Banjir akibatkan 40.000 anak kehilangan tempat tinggal di Provinsi Baghlan, Afghanistan

Anak-anak membawa barang bantuan untuk orang-orang yang terdampak banjir di Distrik Borka, Provinsi Baghlan, Afghanistan utara, pada 12 Mei 2024. (Xinhua/Zahir Khan)
Afghanistan adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim, dan telah mengalami peningkatan kondisi cuaca ekstrem, termasuk banjir dan kekeringan.
Kabul, Afghanistan (Xinhua) – Sekitar 40.000 anak kehilangan rumah mereka di Provinsi Baghlan, Afghanistan utara, akibat hujan lebat dan banjir yang melanda provinsi itu dan wilayah lain pada Jumat (10/5) pekan lalu, kata badan amal global Save the Children pada Senin (13/5)."Anak-anak merasa ketakutan. Banyak yang kehilangan segalanya, tidak hanya rumah mereka tetapi juga sekolah dan tempat bermain. Mereka kehilangan segala sesuatu yang mereka kenal. Mereka kehilangan semua rutinitasnya," kata Arshad Malik, country director badan amal tersebut di Afghanistan.
Anak-anak berkerumun di samping kendaraan yang memuat barang bantuan untuk orang-orang yang terdampak banjir di Distrik Borka, Provinsi Baghlan, Afghanistan utara, pada 12 Mei 2024. (Xinhua/Zahir Khan)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Federasi renang internasional FINA ubah nama jadi World Aquatics
Indonesia
•
13 Dec 2022

Utusan PBB: Dunia 'kehabisan' kesabaran dengan Taliban
Indonesia
•
28 Sep 2022

Kemenag-KDEI Taipei fasilitasi nikah 87 pasangan WNI di Taiwan
Indonesia
•
27 Aug 2025

Mengenal Buzkashi, olahraga tradisional pemersatu bangsa Afghanistan
Indonesia
•
16 Dec 2024
Berita Terbaru

Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dibuka dengan upacara di sejumlah ‘venue’, soroti harmoni
Indonesia
•
08 Feb 2026

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina tampilkan budaya Italia
Indonesia
•
08 Feb 2026

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Kegiatan budaya Imlek China digelar perdana di Kantor Pusat ASEAN
Indonesia
•
07 Feb 2026
