
Perluasan proyek PLT Panas Bumi Muara Laboh di Sumatra Barat dapat investasi dari Bank Pembangunan Asia

Perluasan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh di Sumatra Barat telah memperoleh pembiayaan dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) dan sejumlah lembaga keuangan Jepang, termasuk Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Mizuho Bank, Ltd., Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, MUFG Bank, Ltd., dan The Hyakugo Bank, Ltd. (INPEX)
Perluasan proyek PLTB Muara Laboh melibatkan peningkatan hampir dua kali lipat kapasitas pembangkit listrik proyek yang ada sekitar 85 megawatt dengan menambahkan sekitar 83 megawatt.
Jakarta (Indonesia Window) – Perluasan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh di Sumatra Barat telah memperoleh pembiayaan investasi dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) dan sejumlah lembaga keuangan Jepang, termasuk Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Mizuho Bank, Ltd., Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, MUFG Bank, Ltd., dan The Hyakugo Bank, Ltd.Selain itu, pembiayaan tersebut juga termasuk pinjaman dari lembaga keuangan swasta Jepang yang akan diasuransikan oleh Nippon Export and Investment Insurance (NEXI), menurut siaran pers dari INPEX CORPORATION (INPEX) yang dikutip di Jakarta, Rabu.INPEX pada Selasa (14/1) mengumumkan bahwa perusahaan dan mitranya telah mencapai keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) untuk perluasan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh .INPEX memiliki saham di PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), pemilik lahan panas bumi dan izin usaha proyek, melalui INPEX GEOTHERMAL, LTD. (INPEX Geothermal), anak perusahaan yang didedikasikan untuk bisnis panas bumi INPEX.Investor lain di SEML termasuk Sumitomo Corporation dan PT Supreme Energy, pengembang bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi swasta Indonesia.Perluasan proyek tersebut melibatkan peningkatan hampir dua kali lipat kapasitas pembangkit listrik proyek yang ada sekitar 85 megawatt dengan menambahkan sekitar 83 megawatt. Listrik yang dihasilkan akan dipasarkan kepada PT PLN (Persero) hingga tahun 2052.INPEX berupaya untuk meningkatkan dan menekankan inisiatif energi terbarukan, yang merupakan salah satu dari lima bisnis net zero yang diuraikan dalam ‘Visi INPEX @2022’ perusahaan yang diumumkan pada Februari 2022.
Menurut pernyataan tertulis tersebut, INPEX akan mempercepat inisiatif bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi, yang dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut melalui pengembangan minyak dan gas alam.INPEX akan secara proaktif terlibat dalam restrukturisasi lanskap energi Indonesia untuk membantu mewujudkan masyarakat dengan nol karbon sambil memenuhi tanggung jawabnya untuk pengembangan dan pasokan energi yang stabil.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kamboja upayakan negosiasi usai AS terapkan tarif 49 persen pada produknya
Indonesia
•
06 Apr 2025

Jumlah ‘startup’ di Indonesia capai 2.319
Indonesia
•
11 Dec 2021

Samsung Electronics akan PHK 30 persen karyawan di beberapa divisi luar negeri
Indonesia
•
12 Sep 2024

Wisata es dan salju di China akan terima lebih dari 520 juta wisatawan hingga 2025
Indonesia
•
08 Jan 2023


Berita Terbaru

Feature – Truk berat China buka jalan baru kerja sama saling menguntungkan di Indonesia
Indonesia
•
19 Mar 2026

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026
