
PBB: Israel blokade 71 persen wilayah Jalur Gaza bagi warga Palestina

Warga Palestina memeriksa sebuah lokasi yang terdampak serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada 15 Mei 2025. (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Perintah pengungsian oleh Israel muncul ketika penduduk di seantero Gaza terancam kelaparan, dan satu dari setiap lima orang menderita kelaparan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Perintah pengungsian baru oleh Israel yang mencakup 7 persen dari total wilayah Jalur Gaza, bersama dengan pemberlakuan zona militer, membuat 71 persen wilayah Jalur Gaza kini menjadi daerah terlarang bagi warga Palestina, kata organisasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (15/5).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa pengungsian dengan berbagai serangan yang kian meningkat mengakibatkan lebih banyak lagi kematian dan penghancuran infrastruktur sipil serta blokade bantuan yang berlangsung selama satu setengah bulan.OCHA mengatakan bahwa selain pengeboman yang terus berlangsung, tiga perintah pengungsian lainnya dikeluarkan oleh militer Israel yang mencakup 7 persen dari total wilayah Jalur Gaza. Perintah pengungsian pada Rabu (14/5) yang mencakup enam kawasan permukiman di Kegubernuran Gaza Utara tumpang tindih dengan sebagian zona yang tercakup dalam perintah pengungsian pada Selasa (13/5).Kantor itu mengatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan bahwa daerah yang baru terdampak perintah tersebut merupakan rumah bagi sekitar 100.000 orang. Perintah pengungsian tersebut mencakup 30 lokasi untuk pengungsi internal, enam ruang belajar sementara yang melayani sekitar 700 siswa, serta beberapa fasilitas dan aset air dan sanitasi.
Warga Palestina memeriksa bangunan yang hancur pascaserangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada 15 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Warga Palestina menerima makanan gratis di sebuah pusat distribusi makanan di Gaza City pada 12 Mei 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur usai operasi militer Israel di Kota Tammun, Tepi Barat, pada 15 Mei 2025. (Xinhua/Ayman Nobani)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Buntut tabrakan kereta api, menteri transportasi Yunani ajukan pengunduran diri
Indonesia
•
02 Mar 2023

Respons HIV global melemah, upaya tuntaskan epidemi AIDS makin berat
Indonesia
•
28 Nov 2025

Studi: Penggunaan layar digital pada bayi pengaruhi akademik di usia 9 tahun
Indonesia
•
05 Feb 2023

Feature – Tukang kayu Palestina ini buatkan sandal kayu untuk anak-anak pengungsi di Gaza
Indonesia
•
21 Sep 2024


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
