
Biden umumkan kebijakan tentang pemeriksaan latar belakang dalam penjualan senjata api

Foto yang diabadikan pada 16 Agustus 2022 ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Perintah eksekutif Joe Biden tentang pemeriksaan latar belakang dalam penjualan senjata api dimaksudkan untuk menjauhkan lebih banyak senjata dari tangan-tangan berbahaya dengan meningkatkan penggunaan undang-undang ‘red flag’.
Washington, AS (Xinhua) – Gedung Putih pada Selasa (14/3) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan memperkuat pemeriksaan latar belakang dalam penjualan senjata api.Biden pada Selasa waktu setempat dijadwalkan mengumumkan perintah eksekutif yang bertujuan untuk meningkatkan angka pemeriksaan latar belakang yang dilakukan sebelum penjualan senjata api, menurut pihak Gedung Putih.Lebih lanjut, Gedung Putih mengatakan perintah eksekutif Joe Biden tersebut dimaksudkan untuk menjauhkan lebih banyak senjata dari tangan-tangan berbahaya dengan meningkatkan penggunaan undang-undang "red flag", memperkuat upaya untuk meminta pertanggungjawaban industri senjata api, serta mempercepat upaya penegakan hukum untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku penembakan yang mengancam masyarakat AS.Selain itu, Biden mendorong Komisi Perdagangan Federal untuk mengeluarkan laporan publik yang menganalisis bagaimana produsen senjata api memasarkan produk mereka kepada anak-anak di bawah umur.Biden dijadwalkan untuk melakukan perjalanan ke Monterey Park, California, pada Selasa untuk mengunjungi komunitas yang terdampak oleh insiden penembakan massal yang merenggut nyawa 11 warga dan menyebabkan sembilan lainnya luka-luka sebelumnya pada tahun ini."Monterey Park adalah satu dari sederet komunitas di seluruh negeri, yang jumlahnya terus bertambah, yang tak lagi sama usai aksi kekerasan dengan senjata api. Bukan hanya penembakan massal, tetapi juga aksi kekerasan dengan senjata api dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak menjadi berita utama nasional," kata Gedung Putih.AS telah kehilangan lebih dari 8.300 nyawa akibat aksi kekerasan dengan senjata api sejauh tahun ini, menurut organisasi Gun Violence Archive.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pezeshkian: Lebih baik akhiri perang sekarang, Iran tak akan tunduk pada intimidasi AS
Indonesia
•
23 Aug 2026

Forum China-ASEAN digelar untuk tingkatkan kerja sama pembangunan berkelanjutan
Indonesia
•
17 Jul 2023

Sikap Arab Saudi terhadap Palestina tak berubah menyusul izin terbang UEA-Israel
Indonesia
•
03 Sep 2020

Iran luncurkan serangan rudal dan ‘drone’ skala besar ke Israel
Indonesia
•
14 Apr 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
