Pejabat Jerman peringatkan ‘situasi serius’ di tengah pengurangan pasokan gas Rusia

Ilustrasi. Pejabat Jerman telah memperingatkan tentang situasi yang serius di negara Eropa barat itu di tengah pengurangan lebih lanjut pasokan gas dari Rusia. (iStock by Getty Images)

Menurut Habeck, pasokan gas untuk industri akan berkurang sebelum rumah pribadi atau infrastruktur penting seperti rumah sakit mengalami kekurangan gas.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Wakil Kanselir Jerman, Menteri Urusan Ekonomi dan Perlindungan Iklim, Robert Habeck telah memperingatkan tentang situasi yang serius di negara Eropa barat itu di tengah pengurangan lebih lanjut pasokan gas dari Rusia.

“Kita menghadapi situasi yang serius. Sudah waktunya bagi semua orang untuk memahami itu,” kata Habeck saat berbicara di saluran TV ARD Senin (25/7), seraya menambahkan bahwa Jerman harus mengurangi konsumsi gasnya.

“Kami sedang berupaya mengatasinya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa langkah-langkah penanggulangan harus dilaksanakan secara berurutan.

pengurangan pasokan gas rusia
Ilustrasi. (Alexey Hulsov from Pixabay)

Dia mengatakan, ada beberapa pasokan gas dari Belanda dan Norwegia.

“Semuanya sekarang tergantung pada seberapa hemat kita,” katanya, berbicara tentang kemungkinan skenario untuk musim dingin.

Menurut Habeck, imbas dari pengurangan pasokan gas dari Rusia akan membuat pasokan gas untuk industri akan berkurang sebelum rumah pribadi atau infrastruktur penting seperti rumah sakit mengalami kekurangan gas.

Dia mengakui bahwa keadaan itu akan mengganggu rantai produksi tertentu baik di Jerman maupun di Eropa.

“Hal ini perlu dihindari dengan segala cara. Inilah mengapa Jerman harus mengurangi konsumsi gasnya hingga 15-20 persen,” kata Habeck.

Pada hari Senin (25/7), Gazprom Rusia mengumumkan bahwa mereka harus menangguhkan pengoperasian turbin Siemens lainnya karena telah mencapai titik perbaikan berkalanya (capital repair point). Kondisi ini akan mengakibatkan kapasitas stasiun kompresor Portovaya turun menjadi hampir setengahnya, dari 67 juta menjadi 33 juta meter kubik per hari. 

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan tentang hal tersebut pekan lalu.

Sementara itu, pipa Nord Stream hanya beroperasi pada kapasitas 40 persen (67 juta meter kubik per hari) sejak pertengahan Juni karena keterlambatan pengembalian turbin Siemens yang dikirim untuk perbaikan ke Kanada. 

Menyusul tingginya permintaan dari Jerman, Kanada setuju untuk mengembalikan turbin yang diperbaiki pada 9 Juli. Namun, Gazprom mengatakan masih ada masalah yang belum terselesaikan mengenai sanksi Uni Eropa dan Inggris, yang harus diselesaikan sebelum turbin dapat dikirim dan dipasang di Rusia, dan turbin lainnya dikirim untuk perbaikan.

Komisi Eropa mengklaim bahwa sanksi Uni Eropa terhadap Rusia tidak mencakup peralatan untuk transit gas.

Sumber: TASS

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan