
China sambut baik sanggahan menlu Sri Lanka atas narasi ‘perangkap utang China’

Anggota Dewan Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka Mohamed Ali Sabry di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) ke-77 yang sedang berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2022. (Xinhua/Wang Ying)
“Perangkap utang China” adalah ungkapan Barat terhadap China yang memberikan beberapa fasilitas keuangan dan jalur kredit, serta bantuan kemanusiaan kepada Sri Lanka, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sri Lanka Mohamed Ali Sabry.
Beijing, China (Xinhua) – China menyambut baik sanggahan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sri Lanka Mohamed Ali Sabry atas narasi tentang apa yang disebut sebagai "perangkap utang" China di Sri Lanka, seperti disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian di Beijing pada Senin (28/11).Sabry mengatakan bahwa saat pihak Sri Lanka pergi ke China untuk mencari dana, China menghormati dan tidak pernah memaksa Sri Lanka untuk menerima pinjaman dana. China juga memberi Sri Lanka beberapa fasilitas keuangan dan jalur kredit, serta bantuan kemanusiaan, kata Sabry, seraya menambahkan bahwa "perangkap utang" adalah ungkapan Barat.Zhao mengatakan bahwa ini menjadi sanggahan kuat atas narasi tentang apa yang disebut sebagai "perangkap utang" China di Sri Lanka.Jubir itu kembali menegaskan bahwa bantuan China ke Sri Lanka tidak pernah berkaitan dengan ikatan politik apa pun, dan China tidak pernah mencari keuntungan politik yang egois dari investasi dan pembiayaannya di Sri Lanka."China sepenuhnya memahami kesulitan dan tantangan yang dihadapi Sri Lanka serta mendukung lembaga-lembaga keuangan terkait untuk berdiskusi dengan Sri Lanka dan menyelesaikannya dengan baik. Kami selama ini telah memberikan dukungan bagi pembangunan sosial ekonomi Sri Lanka selama kemampuan kami memungkinkan," ujarnya.Tahun ini menandai peringatan 65 tahun hubungan diplomatik China-Sri Lanka, dan peringatan 70 tahun Pakta Karet-Beras, ujar Zhao, mengungkapkan bahwa hal itu sangat penting dalam membangun pencapaian masa lalu dan berupaya mencapai kemajuan baru.China akan bekerja sama dengan Sri Lanka untuk memajukan persahabatan tradisional, mempererat rasa saling percaya strategis, memperdalam dan memperluas kerja sama praktis, serta mengonsolidasikan dan memperluas kemitraan kerja sama strategis China-Sri Lanka guna memberikan manfaat yang lebih baik bagi kedua negara dan kedua bangsa, tegas Zhao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasukan koalisi pimpinan AS serbu Suriah utara, tangkap komandan senior ISIS
Indonesia
•
27 Jul 2025

Maduro sebut Venezuela hadapi "ancaman terbesar" dalam 100 tahun di tengah peningkatan kekuatan AL AS
Indonesia
•
02 Sep 2025

Penerbangan internasional ke luar Arab Saudi turun 66,5 persen pada 2020
Indonesia
•
05 Aug 2021

AS veto resolusi DK PBB yang tuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza
Indonesia
•
10 Dec 2023


Berita Terbaru

Khamenei serukan dunia Muslim bersatu: Kenali musuh, pahami siasatnya, lawan!
Indonesia
•
31 Aug 2026

Gletser di 5.200 meter runtuh, longsoran menghantam Xizang di China sejauh 22 km
Indonesia
•
31 Aug 2026

1.734 titik panas terdeteksi di Kalimantan, kabut asap kini selimuti Brunei
Indonesia
•
31 Aug 2026

Danau bendungan di Gyirong China barat daya surut, 19.000 meter persegi air hilang dalam 4 jam
Indonesia
•
31 Aug 2026
