AS laporkan peningkatan kasus lokal malaria untuk pertama kalinya dalam 20 tahun

Foto yang disediakan oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation/CSIRO) pada 5 Oktober 2021 ini menunjukkan nyamuk Aedes aegypti. (CSIRO/Handout via Xinhua)
Penyakit malaria merupakan penyakit endemik di Amerika Serikat hingga tahun 1950-an, namun pada 1951, negara itu sudah dinyatakan bebas dari malaria.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) telah mengidentifikasi setidaknya 10 kasus malaria yang ditularkan secara lokal, pertama kalinya dalam 20 tahun sejak negara tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang sangat menular itu.Negara Bagian Arkansas mengidentifikasi kasus malaria pertama yang ditularkan secara lokal pekan ini, menjadi negara bagian keempat di AS yang melaporkan kasus lokal dari salah satu penyakit menular paling berbahaya di dunia tersebut, setelah Florida, Texas, dan Maryland.Departemen Kesehatan Arkansas mengidentifikasi kasus lokal malaria pada seorang warga Arkansas yang tinggal di Saline County dan belum pernah bepergian ke luar negeri.Ini menjadi satu-satunya kasus lokal malaria di Arkansas.Sejak awal tahun ini, tambahan lima kasus malaria telah dilaporkan di Arkansas, tetapi semuanya tertular di luar negara bagian tersebut, menurut Departemen Kesehatan Negara Bagian Arkansas.Sebelumnya pada tahun ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS melaporkan tujuh kasus lokal malaria di Florida, satu kasus di Texas, dan satu kasus di Maryland.Malaria merupakan penyakit serius dan berpotensi fatal yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheline betina yang infektif. Penderita malaria sering mengalami demam, menggigil, dan gejala penyakit seperti flu. Jika tidak diobati, penderita dapat mengalami komplikasi yang parah dan meninggal dunia, menurut CDC AS.
Foto yang disediakan oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation/CSIRO) pada 5 Oktober 2021 ini menunjukkan nyamuk Aedes aegypti. (Xinhua/CSIRO)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Qatar Charity selesaikan pembangunan rumah sakit gratis di Bogor
Indonesia
•
28 Feb 2020

Taiwan bangun portal informasi pemberdayaan imigran baru dalam 7 bahasa, termasuk Indonesia
Indonesia
•
18 Mar 2025

Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR luncurkan pusat kepemimpinan
Indonesia
•
28 May 2022

Jumlah korban jiwa akibat kelaparan di Gaza terus bertambah
Indonesia
•
14 Aug 2025
Berita Terbaru

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026

Mesir mulai terima pasien dan korban luka dari Gaza via perlintasan Rafah
Indonesia
•
03 Feb 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026
