
IMF peringatkan soal peningkatan risiko utang publik global

Vitor Gaspar, direktur departemen urusan fiskal Dana Moneter Internasional (IMF), berbicara dalam konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat, pada 12 April 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Peningkatan risiko utang publik mendorong IMF meminta para pembuat kebijakan untuk menerapkan penyesuaian fiskal yang memiliki ketahanan tinggi dan dirancang dengan hati-hati.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu (23/10) memperingatkan soal peningkatan risiko utang publik dan meminta para pembuat kebijakan untuk menerapkan penyesuaian fiskal yang memiliki ketahanan tinggi dan dirancang dengan hati-hati."Defisit tergolong tinggi dan utang publik global tergolong sangat tinggi, meningkat, dan berisiko. Utang publik global diproyeksikan akan melampaui 100 triliun dolar AS tahun ini," kata Vitor Gaspar, direktur departemen urusan fiskal IMF, dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2024 yang sedang berlangsung."Dengan laju saat ini, rasio produk domestik bruto (PDB) utang global akan mendekati 100 persen per akhir dekade ini, meningkat hingga melampaui puncak pandemi," ungkap Gaspar.Pejabat IMF itu menjelaskan bahwa utang publik meningkat dan diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dibanding era prapandemi di sekitar sepertiga negara di dunia. "Ini tidak hanya mencakup perekonomian terbesar, seperti China dan Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara besar lainnya seperti Brasil, Prancis, Italia, Afrika Selatan, dan Inggris, yang secara keseluruhan mewakili sekitar 70 persen dari PDB global," imbuh Gaspar.Berkenaan dengan China, Gaspar menjelaskan bahwa negara itu "memiliki ruang kebijakan yang cukup" untuk mengendalikan utangnya yang terus bertambah. "Mereka memiliki sarana untuk mengendalikan utang publik di China," ujar Gaspar dalam konferensi pers tersebut.Laporan October 2024 Fiscal Monitor yang baru saja dirilis menyebutkan bahwa risiko utang publik meningkat dan prospeknya lebih buruk daripada yang terlihat.Laporan ini menunjukkan bahwa tingkat utang di masa depan bisa jadi lebih tinggi dari yang diproyeksikan, dan penyesuaian fiskal yang jauh lebih besar daripada yang diproyeksikan saat ini diperlukan guna menstabilkan atau mengurangi tingkat utang dengan probabilitas tinggi, tulis Era Dabla-Norris, wakil direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, dan rekan-rekannya dalam sebuah blog baru-baru ini.Laporan itu menyajikan kerangka kerja "utang berisiko" baru yang menghubungkan kondisi-kondisi makrofinansial dan politik saat ini dengan seluruh spektrum kemungkinan outcome utang di masa depan, tulis blog tersebut.Dalam konferensi pers tersebut, Gaspar mengatakan kepada audiens bahwa rencana fiskal yang telah dibuat oleh pemerintah tidak cukup untuk menghasilkan rasio utang publik yang stabil atau menurun dengan tingkat kepastian yang tinggi."Diperlukan adanya upaya tambahan. Menunda penyesuaian akan berakibat fatal dan berisiko. Menunda pekerjaan tidak akan menyelesaikan masalah. Inilah waktunya untuk bertindak," ujar Gaspar.*1 dolar AS = 15.620 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bank Indonesia perkirakan inflasi tahun 2022 capai 4,2 persen
Indonesia
•
15 Jun 2022

Inovasi dan media sosial jadi langkah NAVAKA kembangkan bisnis perabotan
Indonesia
•
15 Oct 2024

Thailand sambut wisatawan China pascaoptimalisasi strategi COVID-19
Indonesia
•
10 Jan 2023

Turki berencana produksi tepung dari gandum Rusia untuk pasok negara miskin
Indonesia
•
22 Nov 2022


Berita Terbaru

Jaringan pengisian daya EV di China kian meluas, Indonesia percepat ekspansi SPKLU
Indonesia
•
22 Apr 2026

KADIN perkuat kerja sama komunitas bisnis RI-China lewat Pameran Rantai Pasokan Internasional
Indonesia
•
22 Apr 2026

Toyota Indonesia gandeng CATL kembangkan baterai kendaraan elektrifikasi
Indonesia
•
22 Apr 2026

Feature – Tradisi mudik gerakkan ekonomi di Indonesia dan China
Indonesia
•
22 Apr 2026
