Tertinggi dua tahun terakhir, tingkat pengangguran di AS naik tipis jadi 4,0 persen pada Mei 2024

Pelanggan memilih barang di sebuah supermarket di Foster City, California, Amerika Serikat, pada 15 Mei 2024. (Xinhua/Li Jianguo)
Peningkatan lapangan kerja di Amerika Serikat terus terjadi di beberapa sektor industri, dengan sektor perawatan kesehatan, pemerintah, rekreasi dan perhotelan, serta layanan profesional, ilmiah, dan teknis menjadi yang terdepan.
Washington, AS (Xinhua) – Para pemberi kerja di Amerika Serikat (AS) menambahkan 272.000 pada Mei 2024, lebih tinggi dari yang diperkirakan. Meskipun demikian, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,0 persen, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (7/6).Peningkatan lapangan kerja terus terjadi di beberapa sektor industri, dengan sektor perawatan kesehatan, pemerintah, rekreasi dan perhotelan, serta layanan profesional, ilmiah, dan teknis menjadi yang terdepan.Total lapangan kerja di sektor nonpertanian naik sebanyak 272.000 pada Mei, melampaui rata-rata kenaikan bulanan sebanyak 232.000 selama 12 bulan sebelumnya.Perubahan jumlah lapangan kerja di sektor nonpertanian untuk Maret direvisi turun 5.000, menjadi 310.000 lapangan kerja baru, sedangkan perubahan untuk April direvisi turun 10.000, menjadi 165.000 lapangan kerja baru. Setelah memperhitungkan revisi tersebut, total lapangan kerja yang dilaporkan pada Maret dan April tahun ini 15.000 lebih rendah dari angka yang dilaporkan sebelumnya.Pada Februari, tingkat pengangguran di AS naik menjadi 3,9 persen, yang merupakan level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Angka tersebut kemudian turun tipis menjadi 3,8 persen pada Maret. Pada April, tingkat pengangguran kembali naik tipis menjadi 3,9 persen.Departemen tersebut sebelumnya menyatakan bahwa tingkat pengangguran telah berada dalam kisaran 3,7 persen hingga 3,9 persen sejak Agustus 2023. Tingkat pengangguran 4,0 persen terbaru merupakan angka tertinggi sejak Januari 2022."Naiknya tingkat pengangguran menyebabkan kecemasan di kalangan ekonom tenaga kerja yang khawatir pasar tenaga kerja yang melambat dapat berubah menjadi kemerosotan," menurut sebuah laporan dari The New York Times."Data ketenagakerjaan hari ini kemungkinan akan membuat The Fed tetap dalam mode wait and see pada pertemuan pekan depan," tulis Sarah House dan Michael Pugliese, ekonom di Wells Fargo Securities, dalam sebuah kolom."Para pembuat kebijakan perlu memastikan beberapa laporan inflasi yang lebih lambat selama musim panas sebelum mulai memangkas suku bunga pada musim gugur, dan semua perhatian saat ini tertuju ke laporan CPI pekan depan, yang akan dirilis pada hari yang sama dengan akhir pertemuan FOMC," imbuh mereka.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Penjualan NEV China melonjak 35,1 persen pada Desember 2022
Indonesia
•
11 Jan 2023

California di AS berupaya atasi krisis perumahan agar para guru tetap dapat mengajar
Indonesia
•
23 Aug 2024

BI kucurkan likuiditas di perbankan 141,19 triliun rupiah per 14 Desember
Indonesia
•
16 Dec 2021

Bank sentral Inggris pertahankan suku bunga acuan di angka 4,75 persen
Indonesia
•
24 Dec 2024
Berita Terbaru

Netflix menyerah, Paramount Skydance akuisisi Warner Bros. Discovery
Indonesia
•
01 Mar 2026

BOCHK kembali dukung penerbitan Dim Sum Bond pemerintah Indonesia
Indonesia
•
01 Mar 2026

Trade Expo Indonesia ke-41 targetkan transaksi 17,5 miliar dolar AS dengan 3 strategi
Indonesia
•
27 Feb 2026

Venezuela bisa jual lagi minyaknya ke Kuba atas izin AS
Indonesia
•
26 Feb 2026
