
Fokus Berita – Umat Islam diharapkan tidak menjadi pengusaha musiman

Yusuf Burhanuddin, seorang pedagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sedang melayani pembeli di kedainya di area perparkiran Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 2 Juli 2023. (Indonesia Window)
Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus dibantu agar tidak lagi menjadi pengusaha musiman seperti saat bulan Ramadhan.
Jakarta (Indonesia Window) – Wirausahawan Muslim Indonesia diharapkan tidak selalu menjadi pengusaha musiman seperti saat bulan Ramadhan, kata Achmad Iqbal, Kepala Divisi Percepatan & Kemitraan Bisnis Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.“Kalau masyarakat kita ingin berbuka puasa di bulan Ramadhan biasanya mencari warung yang terdekat dengan rumahnya untuk membeli makanan dan minuman dari penjual yang kebanyakan adalah para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” kata Achmad Iqbal di Muslim LifeFair beberapa waktu lalu.Menurut Achmad, para pengusaha UMKM yang sebagian peserta Muslim LifeFair (Pameran Bisnis Industri Konsumen Syariah di Indonesia) yang berlangsung baru-baru ini harus dibantu agar tidak lagi menjadi pengusaha musiman.Achmad menjelaskan, secara umum terdapat empat aspek yang menjadi permasalahan bagi UMKM di Indonesia yaitu akses pasar, penguatan kualitas dan kuantitas produk dan kontinuitas produksi serta legalitas dan pembiayaan.Namun, tidak mudah untuk menyelesaikan masalah ini, oleh karena itu harus ada kerjasama semua pihak, katanya seraya menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus bekerja sama dengan usaha besar, menengah, kecil dan mikro serta tutor, perusahaan. agen dan universitas.“Untuk membantu mereka, kita harus bersinergi dan berkolaborasi dalam beberapa hal. Sinergi kapasitas pengusaha UMKM harus kita perkuat melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.“Kemudian harus ada sinergi dalam hal inklusi pembiayaan. Kita harus membantu pengusaha UMKM dengan memberikan pendampingan dan mencari mitra untuk kerjasama pembiayaan,” ujarnya.“Kita juga harus bersinergi dalam hal pemasaran, digitalisasi, termasuk sinergi kemitraan. Dan kemudian kami sekarang mengoptimalkan layanan digital," katanya.Ia mencontohkan, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah bersama beberapa kementerian dan lembaga telah melakukan beberapa inisiatif dalam hal pembiayaan dan pemasaran.“Saat ini kami sedang mendorong pendanaan super syariah, di mana pengusaha UMKM memiliki kesempatan untuk menerbitkan saham dan sukuk (obligasi syariah). Investor juga sudah mulai tertarik pada usaha kecil dan menengah,” imbuhnya.Hingga 2022, sudah ada 91 UMKM yang telah menerbitkan saham dan sukuk dengan nilai sekitar 185,69 miliar rupiah, kata Achmad.Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat Marpaung mengatakan Muslim LifeFair tahun ini bisa membangkitkan semangat ber-muamalah sesuai tuntunan Rasulullah (shalallahu ‘alaihi wa salam), meningkatkan skala bisnis pelaku UKM/UMKM dan memperkuat ekosistem bisnis halal di Indonesia.
Muslim LifeFair 2023 di Jakarta Internatonal Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, digelar pada 17-19 Maret 2023. (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia-Korsel bahas kerja sama bilateral
Indonesia
•
05 Nov 2020

COVID-19 – BPOM setujui penambahan dosis penguat pada anak 16-18 tahun
Indonesia
•
02 Aug 2022

Paspor masa berlaku 10 tahun diterbitkan mulai 12 Oktober 2022
Indonesia
•
12 Oct 2022

Fokus Berita – Mufair 2024 buka gerbang kebangkitan ekonomi syariah Indonesia
Indonesia
•
08 Mar 2024


Berita Terbaru

Opini – Usulan Indonesia untuk ambil inisiatif bentuk koalisi penjamin
Indonesia
•
27 Mar 2026

Idul Fitri 1447H - Mudik Lebaran 2026 di seluruh Indonesia diprediksi capai 143,9 juta perjalanan
Indonesia
•
19 Mar 2026

Flash - Pemerintah RI tetapkan 1 Syawal 1447H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
Indonesia
•
19 Mar 2026

Indonesia jajaki kerja sama AI pertanian dengan Guangxi, China
Indonesia
•
17 Mar 2026
