
Fokus Berita – Penampungan terlalu padat, pengungsi di Gaza selatan hadapi ancaman epidemi

Seorang anak laki-laki terlihat di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 Desember 2023. Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada Selasa (12/12) mengumumkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas di daerah kantong tersebut telah menembus 18.400 jiwa sejak pecahnya konflik Hamas-Israel pada 7 Oktober lalu. (Xinhua/Khaled Omar)
Pengungsi Palestina yang berkumpul di Gaza selatan menghadapi peningkatan ancaman epidemi dan penyakit menular karena tentara Israel terus menggempur daerah kantong tersebut sejak konflik Hamas-Israel pecah pada 7 Oktober.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Ribuan pengungsi Palestina yang berkumpul di Gaza selatan menghadapi peningkatan ancaman epidemi dan penyakit menular karena tentara Israel terus menggempur daerah kantong tersebut sejak konflik Hamas-Israel pecah pada 7 Oktober.Menurut Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza, tim medis di kamp-kamp pengungsi telah menangani 325.000 kasus penyakit menular, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya bencana kesehatan.Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan bahwa situasi kesehatan di tempat-tempat penampungan di Gaza selatan sangat memprihatinkan, dengan ribuan pengungsi menghadapi bahaya kematian akibat penyebaran epidemi dan penyakit menular, malnutrisi, kekurangan air minum, serta kebersihan individu yang buruk.Saat ini, sekitar 120.000 kasus infeksi pernafasan akut dan 86.000 kasus diare telah dilaporkan, sebut WHO, yang menambahkan bahwa terdapat juga kasus penyakit kuning, campak, dan meningitis.
Seorang pria membawa jenazah seorang korban serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 Desember 2023. Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada Selasa (12/12) mengumumkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas di daerah kantong tersebut telah menembus 18.400 jiwa sejak pecahnya konflik Hamas-Israel pada 7 Oktober lalu. (Xinhua/Khaled Omar)
Foto yang diabadikan pada 11 Desember 2023 ini menunjukkan tempat penampungan sementara di dekat perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir. Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,9 juta orang di Gaza, atau sekitar 85 persen dari total populasi, menjadi pengungsi internal. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Anak-anak Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 13 Desember 2023. Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,9 juta orang di Gaza, atau sekitar 85 persen dari total populasi, menjadi pengungsi internal, dan sebagian bahkan telah beberapa kali mengungsi. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kekayaan situs neolitik Indonesia ungkap jejak Austronesia
Indonesia
•
02 Oct 2025

Kisah – ‘Livestreamer e-commerce’ populer China tumbuhkan minat baca
Indonesia
•
25 Apr 2024

Studi: Penggunaan layar digital pada bayi pengaruhi akademik di usia 9 tahun
Indonesia
•
05 Feb 2023

Sabuk 'Rumble in the Jungle' Muhammad Ali dijual seharga 91,6 miliar rupiah
Indonesia
•
25 Jul 2022


Berita Terbaru

Opini – Memuliakan guru, menjaga akal bangsa
Indonesia
•
16 Aug 2026

Anak di bawah 16 tahun bakal dilarang akses media sosial di Norwegia
Indonesia
•
15 Aug 2026

Feature – Selimut, bunga, dan surat: Kisah persahabatan Xi Jinping dengan orang-orang di dunia
Indonesia
•
15 Aug 2026

Harimau Sumatra masuk perangkap di Agam, upaya lindungi satwa dan warga
Indonesia
•
13 Aug 2026
