
Operator Jalur Kereta China-Laos diimbau antisipasi arus wisatawan

Sebuah kereta peluru Fuxing melaju di Jalur Kereta China-Laos seksi China pada 27 Januari 2023. (Xinhua/Xu Zhangwei)
Pengoperasian Jalur Kereta China-Laos yang dimulai sejak Desember 2021 lalu telah mentransformasi perjalanan di Laos utara, menyokong perdagangan internasional, dan dianggap sebagai kekuatan penting dalam menggenjot pembangunan ekonomi.
Vientiane, Laos (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Laos Sonexay Siphandone mengimbau Laos-China Railway Co., Ltd. (LCRC) untuk menyempurnakan fasilitas dan layanan lainnya yang ditawarkan oleh Jalur Kereta China-Laos guna mempersiapkan diri untuk menyambut arus wisatawan.Menurut laporan Radio Nasional Laos pada Selasa (28/2), PM Laos itu dan beberapa pejabat lainnya melakukan kunjungan ke stasiun Vientiane di Jalur Kereta China-Laos yang berlokasi di Vientiane, ibu kota Laos, pada Senin (27/2), mengamati penjualan tiket dan menginspeksi ruang tunggu penumpang, fasilitas restoran, ruang tunggu VIP, serta pos pemeriksaan bagasi.Pada hari yang sama, sang PM dan delegasinya menghadiri pertemuan di LCRC, perusahaan patungan yang berbasis di Vientiane dan bertanggung jawab atas pengoperasian jalur kereta seksi Laos. Pada pertemuan itu, para staf perusahaan tersebut menguraikan rencana ke depan untuk pengoperasian jalur kereta itu.Operator jalur kereta itu juga menjelaskan rencana untuk menyempurnakan layanan-layanan terkait perjalanan penumpang dan pengiriman barang, termasuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada, sehingga arus masuk wisatawan yang diperkirakan akan terjadi, terutama dari China, dapat ditangani dengan baik oleh jalur kereta tersebut.
Para penumpang kereta Lane Xang EMU tiba di Vientiane, Laos, pada 31 Juli 2022. (Xinhua/Yang Yongquan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertemuan Tahunan WEF desak kerja sama di tengah ketidakpastian ekonomi global
Indonesia
•
16 Jan 2024

Pengembangan pelabuhan Patimban capai kapasitas 14 juta TEUs
Indonesia
•
22 Sep 2020

Tak lagi butuh manusia, perusahaan ‘software’ Australia WiseTech Global PHK 2.000 pekerja
Indonesia
•
25 Feb 2026

Kunjungan wisatawan China ke Indonesia naik 52 persen pada 2024
Indonesia
•
06 Feb 2025


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
