
Studi ungkap peran mikroba yang bermanfaat dalam tingkatkan hasil panen

Seorang petani mengumpulkan jagung kering untuk disimpan di Desa Gaotuan di Distrik Fushan, Yantai, Provinsi Shandong, China timur, pada 28 Oktober 2024. (Xinhua/Sun Wentan)
Penggunaan mikroba yang ramah terhadap tanaman sebagai penguat tanah alami telah menarik perhatian luas karena potensinya dalam meningkatkan hasil panen dan kualitas tanah.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penelitian gabungan mengungkap bagaimana mikroba yang bermanfaat dapat meningkatkan kesehatan tanah dan juga menggenjot hasil panen, demikian menurut Northwest Institute of Eco-Environment and Resources (NIEER) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh NIEER dan Institut Teknologi Austria ini berfokus pada budi daya jagung di China barat laut.Penelitian ini dilakukan dalam konteks keberlanjutan pertanian global. Secara khusus, penelitian ini berupaya untuk mengatasi masalah ilmiah bahwa wilayah loess (endapan lanau yang terbentuk dari akumulasi debu yang tertiup angin) alkalin tandus yang luas di Dataran Tinggi Loess dan daerah gurun di China barat laut membatasi produktivitas tanaman, menurut Wang Ruoyu, seorang peneliti di NIEER.Penggunaan mikroba yang ramah terhadap tanaman sebagai penguat tanah alami telah menarik perhatian luas karena potensinya dalam meningkatkan hasil panen dan kualitas tanah.Para peneliti melakukan uji coba lapangan selama dua tahun di China barat laut untuk menguji bagaimana inokulan mikroba memengaruhi kualitas tanah dan pertumbuhan jagung.Studi ini menemukan bahwa peningkatan aktivitas mikroba menyumbang hampir separuh dari peningkatan kualitas tanah dan merupakan pendorong utama di balik peningkatan hasil panen jagung.Hal ini menyoroti potensi mikroba yang bermanfaat dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan, menurut Wang.Temuan penelitian tersebut belum lama ini diterbitkan dalam jurnal Microbiological Research.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tidak semua peretas dari kelompok DarkSide berlokasi di Rusia
Indonesia
•
10 Jun 2021

Eksperimen "matahari buatan" China temukan cara melampaui batas densitas plasma fusi
Indonesia
•
03 Jan 2026

Jumlah hari dengan kualitas udara yang baik di Beijing capai sekitar 90 persen pada 2023
Indonesia
•
04 Jan 2024

Ilmuwan ungkap jaringan komunikasi sel tersembunyi dengan teknik nanoskopi baru
Indonesia
•
18 May 2026


Berita Terbaru

China bangun fasilitas pelatihan 40 robot humanoid, targetkan 30.000 jam data industri per tahun
Indonesia
•
04 Sep 2026

Pria mulai alami perubahan besar di usia 35–45, wanita 55–65, ini temuan studi terbaru
Indonesia
•
04 Sep 2026

Jika hilang dari Queensland Australia, ikan ini punah selamanya dari bumi
Indonesia
•
03 Sep 2026

Batas aman Bumi terancam jebol, suhu global diprediksi tembus 1,5°C
Indonesia
•
03 Sep 2026
