Penelitian: Keanekaragaman mikroba penting untuk keseimbangan ekologis

Penelitian: keanekaragaman mikroba penting untuk keseimbangan ekologis
Ilustrasi. keanekaragaman mikroba, khususnya jamur, berhubungan positif dengan multifungsi di daerah kering dan ekstrem kering. (Michel Stockman on Unsplash)
Advertiser Popin

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Para peneliti China telah menemukan bahwa keragaman mikroba sangat penting untuk keseimbangan dan stabilitas ekologis di daerah kering dan sangat kering, menurut artikel penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Fungsi keanekaragaman mikroba tanaman dan tanah untuk ekosistem bervariasi sepanjang perubahan gradien lingkungan, menurut Kantor Berita Xinhua yang dikutip pada Senin.

Para peneliti dari School of Life Sciences, Universitas Lanzhou di Provinsi Gansu, sebelah China barat laut, telah mempelajari berbagai sifat fungsi tanah di 130 lokasi lahan kering di sepanjang gradien kegersangan sepanjang 4.000 kilometer di China bagian utara sejak 2013. Mereka telah mengumpulkan lebih dari 20.000 sampel dan data.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kekayaan spesies tanaman dan multifungsi tanah di daerah kurang kering. Sementara itu, keanekaragaman mikroba, khususnya jamur, berhubungan positif dengan multifungsi di daerah kering dan ekstrem kering.

Pergeseran hubungan multifungsi keanekaragaman hayati-tanah pada tingkat kegersangan yang berbeda memerlukan strategi konservasi keanekaragaman hayati yang lebih spesifik guna mengurangi efek aridifikasi, menurut artikel tersebut.

Misalnya, pembentukan penghalang papan catur jerami (straw checkerboard barriers) adalah salah satu strategi paling efektif di bawah kondisi yang lebih kering.

Struktur tersebut mengurangi kecepatan angin permukaan, mengumpulkan curah hujan, meningkatkan bahan organik permukaan tanah dan kandungan nutrisi, memperbaiki lingkungan mikro tanah, mempercepat suksesi komunitas mikroba tanah, sehingga dapat mendorong pengembangan kerak tanah biologis.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here