
Iran sebut peluang untuk hidupkan perjanjian nuklir tak selamanya terbuka

Foto yang diabadikan pada 17 Desember 2021 ini menunjukkan pertemuan Komisi Bersama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) di Wina, Austria. (Xinhua/Delegasi UE di Wina)
Pengaktifan kembali kesepakatan nuklir 2015 tidak akan terbuka selamanya, “jika pihak lain, terutama Amerika Serikat (AS), tidak berhenti bersikap munafik dan Barat tidak bertindak secara rasional.”
Teheran, Iran (Xinhua) – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Rabu (28/12) memperingatkan bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan terkait pengaktifan kembali kesepakatan nuklir 2015 tidak akan terbuka selamanya, demikian dilansir kantor berita resmi IRNA."Peluang untuk kesepakatan nuklir terbuka hari ini, tetapi... jika pihak lain, terutama Amerika Serikat (AS), tidak berhenti bersikap munafik dan Barat tidak bertindak secara rasional," kata Amir-Abdollahian kepada IRNA di Muscat, ibu kota Oman, usai pertemuan dengan Sultan Oman Haitham bin Tarik dan pejabat senior lainnya.Teheran akan menggunakan alternatif lain jika pihak Barat terus bersikap munafik dan melakukan intervensi, tambah menteri luar negeri Iran itu.Mengomentari pertemuannya dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell di sela-sela konferensi regional pekan lalu di Amman, ibu kota Yordania, Amir-Abdollahian mengatakan bahwa UE, selaku koordinator dialog nuklir, sedang melanjutkan upayanya.Pada pertemuannya dengan Sultan Oman pada hari sebelumnya, Amir-Abdollahian mengatakan bahwa Iran menyambut setiap inisiatif oleh Oman untuk membantu mencapai "kesepakatan nuklir yang baik, kuat, dan bertahan lama."Dalam sebuah video yang muncul pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengatakan kesepakatan nuklir dengan Iran sudah "mati", tetapi dia tidak akan mengumumkannya secara terbuka. Gedung Putih belum membantah keaslian video tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian berbicara dalam konferensi pers di Teheran, Iran, pada 23 November 2022. (Xinhua/Gao Wencheng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga asing di Arab Saudi diizinkan keluar dari kerajaan
Indonesia
•
28 Dec 2020

Dubes Saudi: Radikalisme bukan dari Arab
Indonesia
•
07 Nov 2019

Kementerian Transportasi China bersiap hadapi topan Saola dan Haikui
Indonesia
•
01 Sep 2023

Presiden Xi: China dan Jerman mitra untuk dialog, pembangunan, kerja sama
Indonesia
•
21 Dec 2022


Berita Terbaru

Palestina kecam UU Hukuman Mati Israel yang incar warga Palestina di Tepi Barat
Indonesia
•
01 Apr 2026

Meski tuai penolakan, Jepang gunakan rudal serangan balik jarak jauh untuk pertama kalinya
Indonesia
•
01 Apr 2026

Trump sebut bersedia akhiri perang dengan Iran meski Selat Hormuz tetap ditutup
Indonesia
•
01 Apr 2026

Analisis – Insiden pembobolan kedubes China singkap obsesi Jepang terhadap militerisme
Indonesia
•
01 Apr 2026
