
China perkuat pendidikan tulisan tangan bahasa Mandarin standar

Para siswa menulis aksara Mandarin 'Ren' pada upacara awal semester baru di sebuah sekolah dasar di Distrik Dongcheng, Beijing, ibu kota China, pada 1 September 2024. (Xinhua/Xu Xiaoxuan)
Pengajaran tulisan tangan bahasa Mandarin standar di sekolah dasar dan menengah di China bertujuan untuk mengajarkan para siswa postur saat menulis dan memegang pena yang tepat, serta membantu mereka memahami makna budaya dan sejarah karakter bahasa Mandarin.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Pendidikan China mengumumkan inisiatif baru untuk lebih mempromosikan pengajaran tulisan tangan bahasa Mandarin standar di sekolah dasar dan menengah.Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempromosikan bahasa Mandarin lisan dan tulisan sembari melestarikan dan mengembangkan budaya tradisional China yang indah.Kementerian itu pada Jumat (25/10) merilis pengumuman daring yang menguraikan tujuan-tujuan utama pendidikan tulisan tangan. Hal itu termasuk mengajarkan para siswa postur saat menulis dan memegang pena yang tepat, serta membantu mereka memahami makna budaya dan sejarah karakter bahasa Mandarin.Pengumuman tersebut menetapkan delapan tugas dan kebijakan yang spesifik, seperti mendorong kebiasaan menulis yang baik untuk membantu mencegah kelengkungan tulang belakang dan penglihatan yang buruk di kalangan siswa.Program ini menekankan peningkatan keterampilan tulisan tangan siswa dengan mengajarkan cara menulis dalam aksara biasa dan aksara biasa semikursif, serta meningkatkan kualitas dan kecepatan penulisan mereka.Pengumuman tersebut menyarankan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan menggunakan kegiatan di dalam kelas dan ekstrakurikuler untuk memperkuat pendidikan tulisan tangan.Salah satu aspek penting dari inisiatif ini adalah menggabungkan teknologi digital, dengan kementerian itu menyerukan untuk mengeksplorasi metode-metode baru yang berbasis teknologi guna mendukung pendidikan tulisan tangan.Inisiatif ini menanggapi kekhawatiran yang berkembang mengenai standar tulisan tangan di kalangan siswa. Masalah yang umum terjadi adalah postur yang tidak tepat saat menulis, urutan goresan yang salah, dan melemahnya kemampuan menulis tangan secara umum karena meningkatnya ketergantungan pada perangkat digital.Guna mengatasi tantangan ini, otoritas pendidikan setempat diminta untuk menyusun strategi jangka panjang dan memberikan dukungan melalui kebijakan, pendanaan, dan proyek.Fokus baru pada tulisan tangan ini sejalan dengan komitmen China untuk melestarikan warisan budayanya seraya memastikan bahwa siswa tetap memiliki keterampilan-keterampilan esensial dalam dunia yang semakin digital.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Akademisi UIA beri pencerahan guru Al Washliyah DKI tentang peningkatan kompetensi
Indonesia
•
20 Nov 2023

Studi DNA purba ungkap perjalanan 10.000 tahun anjing menemani migrasi manusia
Indonesia
•
17 Nov 2025

Patung Buddha yang ditemukan di Mesir menunjukkan hubungan India kuno
Indonesia
•
03 May 2023

Israel perintahkan militer bersiap untuk penempatan jangka panjang di Tepi Barat di tengah eskalasi serangan
Indonesia
•
25 Feb 2025


Berita Terbaru

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026
