
Ilmuwan AS hasilkan peta 3D alam semesta terbesar yang pernah ada

Foto yang diabadikan pada 3 Juni 2025 ini menunjukkan pergerakan kosmik dalam 'Encounters in the Milky Way', pertunjukan luar angkasa ketujuh dari Planetarium Hayden di Museum Sejarah Alam Amerika di New York City, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Yanan)
Peta 3D alam semesta memetakan lebih dari 47 juta galaksi dan kuasar, beserta 20 juta bintang di Galaksi Bimasakti.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Instrumen Spektroskopi Energi Gelap (Dark Energy Spectroscopic Instrument/DESI) milik Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan misi lima tahunnya untuk membuat peta tiga dimensi (3D) alam semesta beresolusi tinggi terbesar yang pernah dibuat, yang bertujuan untuk mempelajari energi gelap dan sejarah ekspansi alam semesta.
Instrumen yang dioperasikan oleh Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley dan didanai oleh Kantor Sains Departemen Energi AS tersebut telah berhasil memetakan seluruh langit yang awalnya direncanakan untuk disurvei. Instrumen itu menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari jadwal dan menangkap jauh lebih banyak galaksi dan bintang daripada yang diperkirakan, menurut pernyataan yang diterbitkan pada Rabu (15/4).
Dirancang untuk mengukur spektrum 34 juta galaksi dan kuasar selama lima tahun di dua pertiga langit utara (northern sky), DESI justru berhasil memetakan lebih dari 47 juta galaksi dan kuasar, beserta 20 juta bintang di Galaksi Bimasakti.
DESI dijadwalkan untuk melanjutkan pemetaan langit hingga 2028, memperluas area surveinya sekitar 20 persen, dari 14.000 menjadi 17.000 derajat persegi, dan menargetkan untuk mengumpulkan total 63 juta pergeseran merah (redshift) ekstragalaksi.
Survei yang diperluas tersebut akan mencakup wilayah-wilayah yang lebih sulit diamati, termasuk area yang lebih dekat dengan bidang Bimasakti dan wilayah yang lebih jauh ke selatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mikroplastik kotori ‘atap dunia’, ilmuwan telusuri dinamikanya
Indonesia
•
03 Apr 2026

Ilmuwan lacak proses peningkatan oksigen di Bumi selama 2 miliar tahun
Indonesia
•
29 Aug 2025

COVID-19 – Rusia siap luncurkan uji klinis vaksin semprot hidung
Indonesia
•
24 Aug 2021

Galaksi Andromeda ternyata tumbuh dengan menelan galaksi lain, ini buktinya
Indonesia
•
06 Jun 2026


Berita Terbaru

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026

Jika es Antarktika menyusut, seberapa tinggi laut akan naik? Ilmuwan siapkan survei besar
Indonesia
•
08 Sep 2026

‘Power bank’ jadi tenaga eksoskeleton, teknologi ini bantu gerak hingga 35 persen
Indonesia
•
07 Sep 2026
