Jakarta (Indonesia Window) – Para peneliti telah menemukan bahwa amandemen belerang dapat meningkatkan penyerapan logam berat oleh tanaman dan mendorong perbaikan tanah.

Polusi logam berat mengancam keamanan pertanian, dan beragam solusi telah mengeksplorasi penerapan amandemen untuk memungkinkan remediasi tanah.

Sulfur (belerang) merupakan unsur kimia non logam yang secara aktif mempengaruhi fitoekstraksi logam berat.

Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences melakukan meta analisis pengaruh amandemen belerang pada serapan logam berat tanaman dari tanah yang terkontaminasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadmium, kromium dan nikel adalah logam yang paling banyak diserap oleh tanaman setelah amandemen belerang, menurut artikel penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution.

Terlepas dari jenis belerang, ekstraksi logam berat meningkat dengan bertambahnya tekanan belerang.

Para peneliti menyoroti bahwa pengaruh belerang pada fitoekstraksi logam berat tergantung pada efek tunggal atau gabungan dari intensitas tekanan belerang, senyawa belerang, organ tanaman, jenis tanaman, dan kondisi pH tanah.

Mereka juga menegaskan bahwa akumulasi logam berat pada daun tanaman tertentu dapat melebihi standar berikut amandemen belerang, dan dapat mengancam kesehatan masyarakat melalui rantai makanan, meskipun kualitas tanaman tidak akan terpengaruh.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan