
Tim peneliti China catat terobosan dalam penanganan yang presisi untuk kanker tiroid

Ilustrasi. (Testalize.me on Unsplash)
Pendekatan covalent targeted radioligand (CTR) mendukung penargetan sel tumor secara selektif, memungkinkan zat radioaktif dengan jumlah yang lebih tinggi dan durasi yang lama untuk tetap berada di dalam tumor.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China mencatatkan kemajuan dalam melokalisasi karsinoma tiroid meduler (medullary thyroid carcinoma/MTC), jenis kanker tiroid yang menimbulkan berbagai tantangan dalam mengidentifikasi lesi metastasis.Terobosan ini didasarkan pada teknik pencitraan inovatif yang memanfaatkan kelas radiofarmasi baru, yang dikenal sebagai covalent targeted radioligand (CTR). Pendekatan ini menjawab salah satu tantangan utama dalam pengobatan MTC, yakni menemukan lesi metastasis dengan tepat, yang sangat penting bagi proses diagnosis akurat dan perawatan yang efektif, menurut tim peneliti.Pengembangan metode pencitraan yang inovatif ini merupakan upaya kolaboratif antara tim Liu Shaoyan dari Rumah Sakit Kanker Akademi Ilmu Kedokteran China dan tim Liu Zhibo dari Universitas Peking dan Laboratorium Changping, bersama dengan pihak-pihak yang menjalin kerja sama dengan mereka. Penelitian mereka telah dipublikasikan secara daring di Cancer Discovery, jurnal terkemuka dari Asosiasi Penelitian Kanker Amerika Serikat (American Association for Cancer Research), pada akhir Oktober 2024.Liu Shaoyan, Direktur Departemen Bedah Kepala dan Leher di Rumah Sakit Kanker Akademi Ilmu Kedokteran China, menekankan bahwa teknik pencitraan yang ada saat ini kerap kali gagal menemukan lesi metastasis dengan tepat. "Bedah merupakan opsi kuratif utama terkait MTC. Metode pencitraan yang tepat sangat penting untuk membantu dokter bedah dalam menentukan secara akurat cakupan prosedur pembedahan," urainya.Pendekatan baru ini mendukung penargetan sel tumor secara selektif, memungkinkan zat radioaktif dengan jumlah yang lebih tinggi dan durasi yang lama untuk tetap berada di dalam tumor. Hal ini memberikan kontras pencitraan yang lebih baik, identifikasi tumor yang lebih jelas, dan perencanaan pengobatan yang lebih tepat, demikian dipaparkan oleh Kong Ziren, anggota tim Liu sekaligus salah satu penulis utama makalah tersebut.Ke depannya, Liu menyatakan bahwa mengingat pendekatan pencitraan ini terus berkembang dan memperluas penerapannya, CTR berpotensi menjadi alat diagnostik yang berharga, tidak hanya untuk MTC, tetapi juga untuk berbagai jenis kanker lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China rilis peta geologi baru Bulan
Indonesia
•
09 Jun 2022

Dua spesies tanaman baru ditemukan di China tengah
Indonesia
•
01 Mar 2023

Koridor energi bersih terbesar di dunia catatkan kenaikan ‘output’ listrik pada 2023
Indonesia
•
15 Feb 2024

China berhasil ekstraksi lithium dari danau garam
Indonesia
•
23 Jan 2026


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
