
Pertemuan PBB soroti perlunya aktivitas lunar yang berkelanjutan

Gambar panorama gabungan yang dirilis oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) pada 4 Juni 2024, yang diabadikan menggunakan kamera panorama pada pendarat (lander) wahana Chang'e-6, menunjukkan pemandangan permukaan Bulan. Wahana pendaki (ascender) Chang'e-6 milik China lepas landas dari permukaan Bulan pada Selasa (4/6) pagi waktu setempat, membawa sampel yang dikumpulkan dari sisi jauh Bulan, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya...
Aktivitas lunar yang berkelanjutan menekankan pentingnya konsep keberlanjutan (sustainability) dalam misi-misi ke Bulan, terutama dalam satu dekade mendatang.
Wina, Austria (Xinhua) – Pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang aktivitas lunar yang berkelanjutan untuk pertama kalinya digelar di Wina pada Selasa (18/6), dihadiri oleh para kepala badan antariksa, astronaut, akademisi, dan perwakilan industri dari seluruh dunia.Dengan makin banyaknya misi ke Bulan yang akan dilakukan dalam satu dekade mendatang, Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (United Nations Office for Outer Space Affairs/UNOOSA) pada konferensi perdana tersebut menekankan pentingnya konsep keberlanjutan (sustainability) dalam misi-misi itu.Para delegasi membahas pendekatan, prioritas, dan harapan bersama untuk eksplorasi Bulan yang damai, berkelanjutan, dan kooperatif.Secara khusus, konferensi tersebut mempertemukan negara-negara penanda tangan International Lunar Research Station, sebuah program eksperimen ilmiah yang diprakarsai China dan dikembangkan oleh beberapa negara dan organisasi, serta Persetujuan Artemis (Artemis Accords) yang dipimpin NASA."Saya percaya bahwa masing-masing dari kita ingin melestarikan satelit alami terbesar milik planet kita," kata Direktur UNOOSA Aarti Holla-Maini dalam konferensi itu. "Ada konsensus internasional yang berkembang tentang perlunya konsultasi dan koordinasi dalam eksplorasi Bulan, alih-alih 'perlombaan antariksa' atau pemecahan kebijakan antariksa."Holla-Maini menyerukan peningkatan kerja sama dan pertukaran informasi di antara para pemangku kepentingan demi memastikan keberlanjutan dan keselamatan aktivitas lunar.Direktur UNOOSA tersebut menambahkan bahwa Komite Pemanfaatan Luar Angkasa Secara Damai, yang akan menggelar sesi ke-67 di Wina dari 19 hingga 28 Juni, akan mempertimbangkan langkah-langkah di masa mendatang, seperti peluang pembentukan Tim Aksi untuk Konsultasi Aktivitas Lunar.Dalam konferensi itu, perwakilan dari Administrasi Luar Angkasa Nasional China memamerkan kemajuan terbaru dari program eksplorasi Bulan yang dilakukan negara tersebut, serta menyerukan peningkatan kerja sama internasional di bidang itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harimau yang terancam punah lahir kembar tiga di China timur
Indonesia
•
19 Jan 2024

China luncurkan sejumlah langkah baru untuk perdalam reformasi pasar Papan Iptek
Indonesia
•
21 Jun 2024

Warga ubah tenaga surya jadi pemanas ruangan ramah lingkungan di Xizang, China
Indonesia
•
23 Mar 2024

Para peneliti temukan spesies tanaman baru di China barat daya
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
