Pfizer proyeksikan pendapatan dan labanya turun tajam pada 2023

Foto yang diabadikan pada 23 Agustus 2021 ini menunjukkan papan nama Pfizer di Kantor Pusat Internasional Pfizer di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Michael Nagle)
Pendapatan dan laba Pfizer Inc. diperkirakan mengalami penurunan tajam secara tahunan (year on year/yoy) pada 2023, usai mencatatkan rekor tertinggi pada 2022.
New York City, AS (Xinhua) – Perusahaan farmasi dan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Pfizer Inc. menyampaikan bahwa pihaknya memperkirakan akan mengalami penurunan tajam pendapatan dan laba secara tahunan (year on year/yoy) pada 2023, usai mencatatkan rekor tertinggi pada 2022.Pfizer pada Selasa (31/1) melaporkan pendapatan senilai 100,3 miliar dolar AS dan laba per saham (earnings per share/EPS) dilusian yang disesuaikan mencapai 6,58 dolar AS pada 2022, yang keduanya mencatatkan rekor tertinggi.Nilai pendapatan dan EPS dilusian yang disesuaikan tahunan Pfizer masing-masing melonjak 23 persen dan 62 persen (yoy).Sebagian besar pertumbuhan itu didorong oleh penjualan obat antivirus oral Paxlovid dan vaksin COVID-19 Comirnaty.Tidak mencakup kontribusi dari Paxlovid dan Comirnaty, nilai pendapatan Pfizer tumbuh 2 persen secara operasional pada 2022.Mengingat AS kemungkinan akan mengakhiri darurat kesehatan masyarakat (public health emergency/PHE) COVID-19 pada Mei 2023, total belanja pemerintah di seluruh dunia yang lebih sedikit akan menghambat prospek penjualan produk-produk medis yang terkait dengan COVID-19.Pfizer memperkirakan akan meraup pendapatan senilai 67 hingga 71 miliar dolar AS dan EPS dilusian yang disesuaikan perusahaan itu akan mencapai 3,25 hingga 3,45 dolar AS pada 2023, masing-masing menurun 29 hingga 33 persen dan 48 hingga 51 persen.
Seorang pejalan kaki yang mengenakan masker melintas di depan Kantor Pusat Internasional Pfizer di New York, Amerika Serikat, pada 23 Agustus 2021. (Xinhua/Michael Nagle)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Apple rilis hasil keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2023
Indonesia
•
05 May 2023

Saham AS turun di tengah ketidakpastian kepemimpinan The Fed
Indonesia
•
17 Jan 2026

Sedikitnya 6.000 perusahaan Italia berpotensi terdampak tarif AS
Indonesia
•
20 Jul 2025

OPEC perkirakan permintaan minyak global tumbuh 2,2 persen pada 2024
Indonesia
•
14 Jul 2023
Berita Terbaru

Kunjungan turis China ke Indonesia capai 1,34 juta, naik 12 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026
