
Pendakwah Koh Dondy kenalkan ‘krislamologi’ untuk perkuat akidah hingga jadi kurikulum di perguruan tinggi

Pendakwah Dondy Eko Putro Susanto, yang dikenal dengan nama ‘Koh Dondy’ (kiri) dalam kajian dan dialog bersama Rektor Universitas Tazkia, Prof. Muhammad Syafii Antonio (kanan), di Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (13/9/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) — Pembelajaran kristologi dinilai penting bagi umat Islam, terutama untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus membekali umat dalam menghadapi berbagai dialog dan diskusi keagamaan.
Pandangan tersebut disampaikan pendakwah Dondy Eko Putro Susanto, yang dikenal dengan nama ‘Koh Dondy’ dari Yayasan Garda Mualaf Indonesia dalam sebuah kajian dan dialog bersama Rektor Universitas Tazkia, Prof. Muhammad Syafii Antonio, di Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (13/9).
Koh Dondy mengatakan, aktivitas yang dilakukan Garda Mualaf Indonesia tidak hanya berfokus pada proses seseorang mengucapkan syahadat, tetapi juga pada penguatan pemahaman keislaman dan pendampingan setelah menjadi Muslim.
Menurutnya, lembaganya menekuni apa yang dia sebut sebagai “perang pemikiran” atau ghazwul fikri. Tujuannya, antara lain, menjaga iman dan akidah umat Islam dari apa yang dia pandang sebagai upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan.
“Alasan kami adalah memang untuk menjaga iman dan akidah umat Islam dari upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan. Di dalam agama Kristen, mohon maaf, memang di dalam kitab sucinya ada perintah untuk membawa orang di luar Kristen menjadi orang Kristen, perintahnya: ‘Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus’. Ini merupakan amanat agung di kalangan mereka,” urai Koh Dondy.
Sementara dalam ajaran Islam, lanjutnya, ada juga perintah, “Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat.”
“Amanat agung itu dipahami oleh kalangan mereka bahwa tugas setiap orang Kristen adalah mencari jiwa dan membawa orang masuk ke dalam agama Kristen. Nah, kalau kita sebagai orang Islam tidak tahu seluk-beluk agama mereka, tentu saja kita bisa menjadi mudah didangkalkan akidahnya dan juga mudah dimurtadkan,” tegasnya.
Media sosial dan tantangan pemahaman keagamaan
Koh Dondy juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dia mengungkapkan beberapa kali menerima orang tua yang datang membawa anak mereka yang disebutnya terpengaruh konten di TikTok hingga berpindah agama.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi tantangan tersendiri ketika seseorang memiliki pemahaman keagamaan yang terbatas.
Karena itu, dia menilai penguatan literasi keagamaan diperlukan agar umat tidak mudah menerima berbagai informasi keagamaan tanpa memahami konteks dan sumbernya.
Koh Dondy kemudian memperkenalkan istilah “krislamologi”, yang menurutnya merupakan perpaduan antara pemahaman mengenai kristologi dan Islamologi. Dengan pendekatan tersebut, seseorang tidak hanya mempelajari agama lain, tetapi sekaligus memperdalam pemahaman terhadap agamanya sendiri.
Krislamologi di perguruan tinggi
Dalam dialog tersebut juga muncul gagasan untuk memperkuat pendidikan kristologi di perguruan tinggi Islam, khususnya pada fakultas dakwah.
Koh Dondy mengatakan dirinya mengajar mata kuliah kristologi di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir dengan enam SKS.
Menurutnya, kajian kristologi tidak semestinya hanya membahas persoalan teologi, tetapi juga perlu mencakup studi teks, sejarah, konsep keselamatan, peribadatan, kajian mesianik, dan aspek profetik.
Dia menilai pendekatan kritik teks dapat menjadi salah satu metode penting dalam kajian tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk membaca teks keagamaan secara kritis, memahami konteks sejarahnya, serta membandingkan berbagai sumber.
Dengan demikian, menurut Koh Dondy, lulusan perguruan tinggi Islam tidak hanya mampu berdakwah di lingkungan internal umat Islam, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan dialog keagamaan secara lebih terstruktur dengan masyarakat yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mitra-mitra kemanusiaan PBB evaluasi dampak kerusakan akibat banjir bagi pengungsi Gaza
Indonesia
•
28 Nov 2024

Survei sebut mayoritas warga AS khawatir tak mampu bayar sewa tempat tinggal
Indonesia
•
17 Aug 2022

Kisah – Kemiskinan selimuti warga Afghanistan saat musim dingin
Indonesia
•
18 Dec 2022

Elon Musk dinobatkan 'Person of the Year' majalah Time
Indonesia
•
15 Dec 2021


Berita Terbaru

Kekerasan terhadap anak di Australia meningkat, ini temuan studi terbaru
Indonesia
•
15 Oct 2026

Minum kopi khop serentak dengan lebih dari 2.000 peserta cetak rekor MURI di HUT ke-438 Kota Meulaboh
Indonesia
•
13 Oct 2026

Feature – 50 juta eksemplar per tahun pada era kejayaan, komik Hong Kong kini mencari jalan bangkit
Indonesia
•
13 Oct 2026

Fokus Berita – Gempa 7,7 guncang Panama, lebih dari 40 gempa susulan picu kepanikan
Indonesia
•
11 Oct 2026
