
China hentikan impor daging unggas dan sorgum dari perusahaan AS

Ilustrasi. (Thomas Iversen on Unsplash)
Penangguhan impor daging unggas dari dua perusahaan AS akan membantu mencegah risiko keamanan pangan dari sumbernya, dan keputusan tersebut dibuat sesuai dengan hukum dan peraturan China yang relevan serta standar internasional.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) China pada Jumat (4/4) mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor daging unggas dari beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS) ke China, serta menangguhkan kualifikasi beberapa perusahaan AS dalam mengekspor produk tertentu ke China.Mulai 4 April, China akan menangguhkan kualifikasi perusahaan C&D (USA) Inc. dalam mengekspor sorgum ke China. Negara tersebut juga akan menangguhkan kualifikasi tiga perusahaan AS lainnya, yaitu American Proteins, Inc., Mountaire Farms of Delaware, Inc., dan Darling Ingredients Inc., dalam mengekspor tepung daging dan tulang unggas ke China, ungkap GAC.Keputusan ini diambil setelah bea cukai China mendeteksi kadar zearalenone dan jamur yang berlebihan pada sorgum yang diimpor dari AS, serta salmonella pada daging unggas dan tepung tulang yang diimpor dari AS, demikian menurut pernyataan GAC. Penangguhan tersebut bertujuan untuk melindungi kesehatan konsumen China dan keselamatan sektor peternakan di China, imbuh GAC.Dalam pernyataan terpisah, GAC juga mengumumkan penghentian sementara impor daging unggas dari dua perusahaan AS, yakni Mountaire Farms of Delaware, Inc. dan Coastal Processing, LLC.GAC menyatakan bahwa penangguhan tersebut dilakukan menyusul beberapa temuan oleh bea cukai China mengenai obat terlarang furacillin dalam produk ayam impor AS. Keputusan penangguhan itu bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen, ungkap GAC.Seorang pejabat GAC mengatakan bahwa penangguhan impor daging unggas dari dua perusahaan AS akan membantu mencegah risiko keamanan pangan dari sumbernya, dan keputusan tersebut dibuat sesuai dengan hukum dan peraturan China yang relevan serta standar internasional."Langkah-langkah yang diambil oleh Administrasi Umum Kepabeanan tersebut merupakan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keamanan pangan, dan tindakan itu wajar serta sejalan dengan norma-norma internasional," kata pejabat itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

ADB luncurkan rencana 6 tahun baru untuk bantu Filipina capai pertumbuhan berkelanjutan
Indonesia
•
08 Sep 2024

Thailand akan menjadi eksportir herbal terbesar ASEAN
Indonesia
•
05 Oct 2020

Obat alternatif yang lebih murah dari Ozempic banjiri pasar obat penurun berat badan di AS
Indonesia
•
15 Aug 2024

Sektor otomotif China terus catat momentum pertumbuhan
Indonesia
•
11 Nov 2022


Berita Terbaru

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026

Fokus Berita – Kuasai 60 persen ekonomi dunia, keterbukaan dan inovasi jadi kunci pertumbuhan Asia-Pasifik
Indonesia
•
09 Sep 2026

China-Indonesia naik kelas di sektor energi, dari perdagangan batu bara ke teknologi tambang
Indonesia
•
09 Sep 2026

Trump balas tarif Kanada: Produk negeri ‘Maple Leaf’ dihapus dari kontrak pemerintah AS
Indonesia
•
09 Sep 2026
