Gedung Putih konfirmasi pembicaraan langsung dengan Hamas untuk bebaskan sandera

Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2023 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Pemerintahan Trump tengah menggelar pembicaraan langsung dengan Hamas yang bertujuan untuk membebaskan para sandera.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Gedung Putih pada Rabu (5/3) mengonfirmasi bahwa pemerintahan Trump tengah menggelar pembicaraan langsung dengan Hamas yang bertujuan untuk membebaskan para sandera.Pembicaraan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Axios, digelar di Doha, Qatar, dalam beberapa pekan terakhir. Pembicaraan ini dipimpin oleh Adam Boehler, utusan presiden AS untuk urusan pembebasan sandera.Ketika ditanya mengenai pembicaraan itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan saat taklimat pers harian pada Rabu bahwa "utusan khusus yang terlibat dalam negosiasi tersebut memang memiliki wewenang untuk berbicara dengan siapa pun," seraya menambahkan bahwa "Israel telah diajak berkonsultasi mengenai masalah ini."Leavitt menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai apa yang dia sebut sebagai "pembicaraan dan diskusi yang sedang berlangsung" ketika ditanya apakah diskusi itu juga mencakup rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza, yang saat ini masih dikuasai oleh Hamas."Saya tidak akan menjelaskannya secara rinci di sini. Ada nyawa warga AS yang dipertaruhkan," ujar sekretaris pers tersebut.Menurut seorang pejabat AS yang dikutip dalam laporan Axios, diskusi tersebut juga mencakup sebuah kesepakatan yang lebih luas untuk membebaskan semua sandera yang tersisa dan mencapai gencatan senjata jangka panjang.
Para anggota Brigade Al-Qassam, yang merupakan sayap bersenjata Hamas, dan seorang sandera dari Israel terlihat saat penyerahan tiga warga Israel yang disandera kepada Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) di kamp pengungsi al-Nuseirat, Gaza tengah, pada 22 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ramadhan - Iftar Masjidil Haram-Masjid Nabawi dibagikan kepada masyarakat
Indonesia
•
28 Apr 2020

Universitas Columbia perpanjang negosiasi dengan aktivis mahasiswa pro-Palestina
Indonesia
•
29 Apr 2024

Rusia larang masuk 31 warga Selandia Baru
Indonesia
•
20 Jan 2023

Rusia resmi tangguhkan partisipasi dalam perjanjian New START
Indonesia
•
01 Mar 2023
Berita Terbaru

Kongres AS bantah klaim Trump soal militer Rusia dan China di Greenland
Indonesia
•
10 Feb 2026

Fokus Berita - Ilmuwan dunia pun terjerat godaan Epstein
Indonesia
•
10 Feb 2026

Sekjen PBB sebut semua permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki tidak punya validitas hukum
Indonesia
•
10 Feb 2026

Pejabat Palestina sebut Trump berupaya jadikan "Dewan Perdamaian" alternatif PBB
Indonesia
•
09 Feb 2026
