
PM China dan Rusia gelar pertemuan, bahas kerja sama

Dialog Bisnis Rusia-China digelar di St. Petersburg, Rusia, pada 16 Juni 2022. (Xinhua/Chen Qiang)
Pembangunan dunia yang multipolar diharapkan mendapat dorongan dari kerja sama antara China dan Rusia, yang saat ini kedua negara menikmati persahabatan tradisional dan terus mengembangkan hubungan bilateral yang didasarkan pada prinsip nonaliansi, nonkonfrontasi, dan tidak menargetkan pihak ketiga.
Beijing, China (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang pada Rabu (7/12) mengungkapkan kesediaan China untuk mempertahankan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat pertukaran dan kerja sama dalam berbagai bidang dengan Rusia, serta memperdalam kemitraan koordinasi strategis komprehensif China-Rusia.Hal itu disampaikan Li saat memimpin pertemuan rutin ke-27 PM China dan PM Rusia bersama rekan setaranya asal Rusia Mikhail Mishustin via tautan video.Li mengungkapkan bahwa sebagai tetangga yang paling penting bagi satu sama lain serta emerging market, China dan Rusia menikmati persahabatan tradisional dan terus mengembangkan hubungan bilateral yang didasarkan pada prinsip nonaliansi, nonkonfrontasi, dan tidak menargetkan pihak ketiga.China siap mempertahankan pertukaran tingkat tinggi dengan Rusia, memperkuat pertukaran dan kerja sama dalam berbagai bidang, memperdalam kemitraan strategis komprehensif koordinasi China-Rusia, menegakkan norma dasar yang mengatur hubungan internasional, melindungi perdamaian, stabilitas, pembangunan, serta kemakmuran regional dan dunia, serta menghadirkan lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa, urai Li.Setelah mendengarkan laporan kerja terkait yang disampaikan oleh kedua pihak, Li dan Mishustin sangat mengapresiasi pekerjaan yang efektif dan pragmatis yang dilakukan kedua negara dalam setahun terakhir.Menyatakan bahwa ekonomi China dan Rusia sangat saling melengkapi satu sama lain, Li berharap kedua pihak akan memanfaatkan mekanisme kerja sama bilateral dengan baik, terus memajukan proyek kerja sama di bidang-bidang utama, serta terus meningkatkan level kerja sama ekonomi dan perdagangan.Li juga menyerukan kedua pihak untuk mengoptimalkan proses bea cukai, bersama-sama menjaga kestabilan serta kelancaran rantai industri dan pasokan, memperdalam pertukaran budaya, antarmasyarakat, dan lokal, serta mengonsolidasikan basis opini publik bagi hubungan persahabatan antara kedua negara.Mishustin menuturkan bahwa di tengah rumitnya situasi internasional saat ini, kemitraan koordinasi strategis komprehensif Rusia-China telah mempertahankan momentum perkembangan yang baik, dan kerja sama bilateral dalam berbagai bidang terus bergerak maju.Rusia bersedia bekerja sama dengan China untuk memanfaatkan penuh peran mekanisme pertemuan rutin antara PM Rusia dan PM China, memperkuat kerja sama dalam bidang-bidang utama seperti ekonomi dan perdagangan, memperdalam pertukaran budaya dan antarmasyarakat, meningkatkan kerja sama bilateral, serta mengonsolidasikan persahabatan berdasarkan hubungan bertetangga yang baik antara kedua negara, papar Mishustin.Rusia juga siap bekerja sama dengan China untuk mengatasi berbagai tantangan global dan mendorong pembangunan dunia yang multipolar, imbuh Mishustin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ribuan warga Yordania gelar protes pembunuhan warga Palestina oleh Israel
Indonesia
•
28 Jan 2023

Fokus Berita – Trump sebut AS akan "kelola" Venezuela usai penangkapan Presiden Maduro
Indonesia
•
04 Jan 2026

Wadah pemikir Swedia ungkap impor senjata Eropa melonjak selama 2020-2024
Indonesia
•
11 Mar 2025

TikTok akui karyawannya di China dapat akses data pengguna AS
Indonesia
•
02 Jul 2022


Berita Terbaru

Israel mungkin akan "segera" lanjutkan serangan terhadap Iran
Indonesia
•
16 May 2026

Warga sipil di Lebanon terus jadi sasaran serangan meski ada gencatan senjata
Indonesia
•
16 May 2026

Aksi pawai sayap kanan ekstrem Israel di Kota Tua Yerusalem picu bentrokan
Indonesia
•
16 May 2026

Deplu AS sebut Israel dan Lebanon perpanjang gencatan senjata selama 45 hari
Indonesia
•
16 May 2026
