Munich Re: Bencana alam timbulkan kerugian 250 miliar dolar AS secara global pada 2023

Foto dari udara yang diabadikan pada 5 Januari 2024 ini menunjukkan ladang yang terendam banjir di Hemmingen, Lower Saxony, Jerman. (Xinhua/Henning Scheffen)

“Pemanasan Bumi yang semakin cepat selama beberapa tahun terakhir ini mengintensifkan cuaca ekstrem di banyak kawasan, yang menyebabkan meningkatnya potensi kerugian.”

 

Berlin, Jerman (Xinhua) – Bencana alam menyebabkan kerugian senilai sekitar 250 miliar dolar AS secara global pada 2023, demikian disampaikan perusahaan reasuransi Jerman, Munich Re, dalam laporan tahunannya pada Selasa (9/1).

Badai petir di Amerika Utara dan Eropa “lebih destruktif dibandingkan sebelumnya,” menurut laporan tersebut. Di Amerika Utara saja, aset-aset senilai sekitar 66 miliar dolar AS hancur akibat badai, sementara di Eropa kerusakan akibat badai mencapai 10 miliar dolar AS.

“Pemanasan Bumi yang semakin cepat selama beberapa tahun terakhir ini mengintensifkan cuaca ekstrem di banyak kawasan, yang menyebabkan meningkatnya potensi kerugian,” ujar Ernst Rauch, kepala ilmuwan iklim di Munich Re.

Pemanasan Bumi
Foto yang diabadikan pada 7 September 2023 ini menunjukkan daerah yang terkena banjir di Karditsa, wilayah Thessaly, Yunani. (Xinhua/Antonis Nikolopoulos)

Di Jerman, tahun 2023 merupakan tahun terpanas sejak pengukuran dimulai pada 1881, menurut Badan Meteorologi Nasional Jerman (Deutscher Wetterdienst/DWD). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang sering ditandai dengan kekeringan dan gelombang panas, tahun 2023 sebagian besar mencatatkan kondisi yang hangat dan lembap, dengan curah hujan yang tinggi.

“Perubahan iklim terus berlanjut tanpa terkendali,” ujar Tobias Fuchs, kepala bidang bisnis iklim dan lingkungan di DWD, saat mempresentasikan angka-angka tersebut. “Kita harus mengintensifkan upaya untuk melindungi iklim dan belajar beradaptasi dengan kerusakan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.”

Bencana alam yang paling dahsyat pada 2023 adalah gempa bumi di Turkiye tenggara dan Suriah pada Februari. Munich Re mencatat bahwa dengan 58.000 orang tewas dan kerugian keseluruhan sekitar 50 miliar dolar AS, bencana tersebut juga merupakan bencana alam dengan kerugian terbesar pada tahun itu.

Sebuah ekskavator membersihkan puing-puing pascagempa bumi di Antakya di Provinsi Hatay, Turkiye selatan, pada 14 Februari 2023. (Xinhua/Shadati)

Jumlah kematian yang disebabkan oleh bencana alam tahun lalu meningkat menjadi 74.000 orang. “Serangkaian gempa bumi dahsyat menyebabkan bencana kemanusiaan,” kata Munich Re. Sekitar 63.000 orang “kehilangan nyawa akibat bahaya geofisika semacam itu pada 2023, tertinggi sejak 2010.”

“Data yang komprehensif dan pengetahuan yang mendalam tentang perubahan risiko tetap menjadi faktor utama … untuk melindungi masyarakat dari bencana alam,” demikian dikatakan Thomas Blunck, anggota dewan manajemen Munich Re.

*1 dolar AS = 15.522 rupiah

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan