Israel sebut waktu untuk solusi diplomatik dengan Hizbullah “singkat”

Seorang pria berjalan melewati sejumlah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Naqoura, Lebanon, pada 4 Januari 2024. (Xinhua/Ali Hashisho)

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) terus melakukan serangan udara di beberapa situs Hizbullah di Lebanon selatan, meliputi lokasi peluncuran roket, pos pemantauan, serta infrastruktur lainnya milik kelompok militer Lebanon itu.

 

Yerusalem (Xinhua) – Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Kamis (4/1) mengatakan bahwa waktu untuk solusi diplomatik dengan Hizbullah singkat.

Gallant menyampaikan pernyataan tersebut di Tel Aviv ketika bertemu dengan Penasihat Senior Amerika Serikat (AS) Amos Hochstein, yang tiba di Israel pada hari yang sama dalam upaya untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara Israel dan kelompok militan Lebanon itu.

Pernyataan yang dirilis oleh Kantor Berita Pemerintah Israel menyebutkan bahwa utusan AS tersebut, selama pertemuannya dengan Gallant dan pejabat militer senior lainnya, menerima informasi terkait situasi keamanan di perbatasan utara Israel dan hal-hal yang diperlukan oleh lembaga pertahanan untuk memfasilitasi lebih dari 80.000 pengungsi Israel agar dapat kembali ke rumah mereka.

Pasukan Pertahanan Israel
Pasukan Israel menembakkan artileri ke arah Lebanon selatan dari sebuah titik di wilayah Galilea Atas di Israel utara pada 4 Januari 2024. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)

Menurut sejumlah pernyataan yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Kamis, pasukan itu terus melakukan serangan udara di beberapa situs Hizbullah di Lebanon selatan. Target-target tersebut meliputi lokasi peluncuran roket, pos pemantauan, serta infrastruktur lainnya milik kelompok militer Lebanon itu.

Seorang pria muda berdiri di atas puing-puing bangunan yang hancur pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 5 Januari 2024. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza bertambah menjadi 22.600 orang sejak pecahnya konflik Israel-Hamas, kata Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza pada Jumat (5/1). (Xinhua/Khaled Omar)

Jerusalem Post pada Kamis melaporkan bahwa dalam tiga hingga empat pekan terakhir, IDF telah mulai menyerang Hizbullah “secara lebih agresif dan meluas.”

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan