
Pasukan AS serang pangkalan rudal dan kapal penebar ranjau Iran

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris 'Stena Impero' dikelilingi speedboat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran di Selat Hormuz, Iran. (Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Amerika Serikat (AS) menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan pada Senin (25/5), demikian disampaikan Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.
"Pasukan AS hari ini melancarkan serangan untuk membela diri di Iran selatan guna melindungi personel kami dari ancaman yang ditimbulkan pasukan Iran," kata juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, dalam sebuah pernyataan.
"Sasarannya mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang berupaya menempatkan ranjau. Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," ujarnya.
Menurut Hawkins, serangan dilakukan di kawasan Bandar Abbas yang menjadi lokasi pangkalan utama angkatan laut Iran. Serangan itu menghancurkan dua kapal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran serta menghantam sebuah lokasi rudal darat-ke-udara (surface-to-air).
Empat orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sementara jumlah total korban masih belum jelas, lapor Kantor Berita Fars mengutip televisi pemerintah Iran.
Fox News melaporkan bahwa dua kapal Iran terlihat menebar ranjau di Selat Hormuz, dan sebuah lokasi rudal menargetkan pesawat tempur AS. Sebagai tanggapan, pasukan AS melancarkan serangan "untuk membela diri."
Laporan tersebut, yang mengutip seorang pejabat senior AS pada Senin, menyebutkan bahwa serangan AS "untuk sementara ini berakhir."
Menurut dua sumber yang dikutip, serangan itu tidak menandakan berakhirnya gencatan senjata selama beberapa pekan antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan perundingan dengan Iran "berjalan dengan baik," tetapi memperingatkan bahwa Washington akan kembali melancarkan serangan militer jika pembicaraan gagal, dengan serangan nantinya akan "lebih besar dan lebih kuat daripada sebelumnya."
Trump juga mengatakan uranium yang telah diperkaya milik Iran akan dimusnahkan setelah diserahkan kepada AS, baik di lokasi tersebut atau di "lokasi lain yang dapat diterima."
Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan Teheran tidak menyetujui pemindahan uranium yang telah diperkaya ke luar negeri, membantah laporan bahwa Iran "siap memindahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi dari wilayahnya."
Kemungkinan kesepakatan sementara antara kedua pihak tidak akan mencakup perjanjian nuklir, lapor The Washington Post pada Senin mengutip seorang pejabat Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Media laporkan Israel tarik pasukan dari Rafah timur pascaputusan ICJ
Indonesia
•
27 May 2024

Masih punya tunggakan iuran, AS akan keluar dari WHO
Indonesia
•
30 Apr 2026

Haji1443 – Skuter elektronik bantu jamaah tunaikan ibadah
Indonesia
•
10 Jul 2022

Ketua partai oposisi Korea Selatan ditikam pria tak dikenal
Indonesia
•
02 Jan 2024


Berita Terbaru

Uni Eropa gelontorkan dana 1 miliar dolar AS untuk dukung pemulihan Gaza
Indonesia
•
14 Jul 2026

Pemuda Palestina sedang cari pekerjaan tewas ditembak saat masuk Yerusalem Timur
Indonesia
•
14 Jul 2026

Iran umumkan pelayaran di Selat Hormuz tak bisa dilalui usai eskalasi dengan AS
Indonesia
•
13 Jul 2026

Prancis hentikan pengoperasian reactor nuklir akibat gelombang panas
Indonesia
•
13 Jul 2026
