
Pangsa pasar EV China di Indonesia naik

Geely Indonesia meresmikan diler pertama mereka di Provinsi Jawa Timur yang berlokasi di Kota Surabaya pada 16 Agustus 2025. (Sumber: Geely Auto Indonesia)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Penerimaan publik Indonesia terhadap kehadiran kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik maupun hibrida asal China terus meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan pangsa penjualan grosir (wholesale) merek-merek China yang terus meningkat dan kini semakin mendekati seperlima dari total penjualan mobil nasional.
Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek-merek China menyumbang sekitar 17,3 persen dari pengiriman mobil dari pabrik ke diler atau penjualan wholesale nasional sepanjang Januari-Februari 2026, yaitu 25.602 unit kendaraan. Persentase itu meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,8 persen maupun dibandingkan lima tahun lalu yang masih di bawah 2 persen.
Pakar otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyebut tren ini terutama didorong oleh kesuksesan dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan pesat ekosistem kendaraan listrik (EV) di dalam negeri.
Merek-merek asal China disebut menawarkan harga kendaraan yang terjangkau, bukan hanya karena adanya insentif pajak dari pemerintah, tetapi juga kemampuan untuk menekan biaya produksi dengan membangun rantai pasokan EV yang kompleks. Di sisi lain, Yannes mengatakan mobil pabrikan China hadir dengan berbagai fitur inovatif, teknologi canggih, serta peningkatan dari sisi kualitas rakitan.
"Secara konsisten sejak era Wuling masuk ke Indonesia, merek-merek China berhasil membangun sudut pandang baru bagi pasar otomotif Indonesia bahwa mobil mewah tidak harus mahal, sehingga mulai menggeser persepsi pasar terhadap merek-merek lain yang mulai dianggap overpriced," ujarnya kepada Xinhua.
Alasan lainnya adalah merek-merek China juga dinilai agresif dalam pengembangan layanan purnajual. Tidak sedikit mobil yang ditawarkan hadir dengan garansi kendaraan dan baterai dengan periode yang sangat panjang, membuat biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih murah.
Ekspansi pembangunan diler maupun fasilitas produksi juga masif sebagai bukti keseriusan perusahaan-perusahaan ini hadir di pasar domestik. Dalam setahun sejak debut di Indonesia pada Januari tahun lalu, Geely telah memiliki lebih dari 20 jaringan diler dan menargetkan penambahan hingga total 80 cabang hingga akhir tahun ini. Selain itu, kebanyakan merek-merek yang baru masuk ke Indonesia pada tahun lalu kini pun sudah merakit kendaraannya secara lokal, di antaranya Xpeng dan Changan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Asosiasi bisnis Meksiko sebut tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada sebagai "langkah mundur"
Indonesia
•
06 Mar 2025

BI prediksi transaksi perbankan digital capai 48 ribu triliun rupiah di 2022
Indonesia
•
24 Nov 2021

Tibet di China perkuat pengembangan energi bersih
Indonesia
•
31 Dec 2022

Feature – Pembayaran seluler di China beri pengalaman lebih baik bagi warga negara asing
Indonesia
•
09 Jul 2024


Berita Terbaru

Presiden Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik, tonggak baru industrialisasi hijau nasional
Indonesia
•
10 Apr 2026

Proyek melamin pertama Indonesia jadi tonggak penting dalam pengembangan industri hilir
Indonesia
•
10 Apr 2026

Disney akan PHK hingga 1.000 pekerja
Indonesia
•
10 Apr 2026

Malaysia duduki peringkat teratas di Asia Tenggara terkait daya tarik investasi global
Indonesia
•
10 Apr 2026
