
Obat kanker mata yang dikembangkan China mendapat status ODD dari FDA AS

Ilustrasi. (National Cancer Institute on Unsplash)
Obat aptamer drug conjugate (ApDC) yang dikembangkan oleh sekelompok peneliti China menggunakan aptamer sebagai molekul penarget untuk mengikat sel kanker secara akurat dan melepaskan obat antitumor.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Jenis baru aptamer drug conjugate (ApDC) yang dikembangkan oleh sekelompok peneliti China baru-baru ini mendapatkan status penetapan obat penyakit langka atau orphan drug designation (ODD) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS), yang membawa harapan baru bagi para pasien kanker mata langka, seperti diungkapkan Hangzhou Institute of Medicine (HIM) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China pada Sabtu (28/12).Sebagai ApDC pertama yang mendapatkan status ODD FDA secara global, obat tersebut dikembangkan bersama oleh tim peneliti dari HIM dan Universitas Kedokteran Wenzhou (Wenzhou Medical University). Orphan drug merupakan obat yang secara khusus digunakan untuk mengobati penyakit langka.Obat ini menargetkan tumor-tumor seperti melanoma uvea ganas dan tumor metastasis hati. Obat ini menggunakan aptamer sebagai molekul penarget untuk mengikat sel kanker secara akurat dan melepaskan obat antitumor. Dengan efek samping yang lebih sedikit dan tingkat keamanan yang tinggi, obat ini mengurangi kerusakan pada jaringan sehat dan mencapai efek terapeutik yang lebih efisien dan lebih aman.Tim peneliti mengatakan eksperimen komprehensif pada hewan telah menunjukkan bahwa obat ApDC tidak hanya dapat menghambat secara efisien pertumbuhan tumor mata in situ, tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko metastasis tumor ke hati, paru-paru, tulang, dan otak, menunjukkan efek antitumor yang signifikan.Tim tersebut berencana melakukan uji klinis dan menerapkannya sesegera mungkin, membawa harapan baru bagi pasien.Melanoma uvea merupakan kanker mata yang langka namun mematikan. Gejala awalnya sering kali tidak terlihat jelas, dan banyak pasien yang telah mencapai stadium lanjut ketika didiagnosis. Kanker ini sangat rentan menyebar melalui aliran darah, terutama ke hati. Setelah metastasis terjadi, rata-rata masa bertahan hidup pasien kurang dari satu tahun.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti Kementerian ESDM kembangkan anoda baterai berbahan dasar batu bara
Indonesia
•
11 Jan 2021

Dua macan tutul salju langka tertangkap kamera di Yunnan, China barat daya
Indonesia
•
12 Nov 2024

Peneliti China rancang solusi untuk kestabilan komunikasi pada kereta ultracepat
Indonesia
•
11 Dec 2024

China akan kembangkan konstelasi satelit untuk eksplorasi ‘deep space’
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

Feature – Pabrik alat berat China pelopori upaya menuju produksi nol karbon
Indonesia
•
13 Apr 2026

Platform dokter digital berteknologi AI layani penyakit Parkinson
Indonesia
•
14 Apr 2026

Sayuran berdaun bantu ekstraksi logam beracun dari tanah, tawarkan masa depan pertambangan berkelanjutan
Indonesia
•
14 Apr 2026

Tim Ilmuwan temukan cara baru perkuat ketahanan padi terhadap penyakit mematikan
Indonesia
•
14 Apr 2026
