
Jerman akan larang penjualan gas tertawa kepada warga berusia di bawah 18 tahun

Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2025 ini menunjukkan Gerbang Brandenburg yang diterangi cahaya dalam ajang Festival of Lights 2025 di Berlin, Jerman. (Xinhua/Zhang Haofu)
Nitrous oksida atau gas tertawa banyak digunakan oleh warga berusia di bawah 18 tahun di Jerman, sebagai obat pesta.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Majelis tinggi Parlemen Jerman, Bundesrat, pada Jumat (19/12) menyetujui undang-undang (UU) yang melarang pembelian dan kepemilikan nitrous oksida atau gas tertawa oleh warga berusia di bawah 18 tahun, setelah zat itu semakin banyak digunakan sebagai obat pesta.UU yang telah disahkan oleh majelis rendah Parlemen Jerman, Bundestag, pada November lalu tersebut juga melarang penjualan daring serta pembelian nitrous oksida melalui mesin penjual otomatis, yang juga dikenal sebagai gas tertawa.Para pejabat mengatakan langkah ini diambil untuk mengatasi risiko kesehatan serius yang terkait dengan penggunaan nitrous oksida, terutama di kalangan anak di bawah umur, termasuk kehilangan kesadaran dan potensi kerusakan jangka panjang pada sistem saraf.Regulasi yang lebih ketat juga akan berlaku untuk gamma-butyrolactone (GBL) dan 1,4-butanediol (BDO), zat-zat yang terkait dengan ‘obat pembius ilegal’ yang dapat ditambahkan ke minuman untuk memfasilitasi tindak kejahatan seperti kekerasan seksual dan perampokan.Peraturan baru ini diperkirakan akan berlaku pada April 2026.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar: AS abaikan ‘Long COVID’ yang lumpuhkan kehidupan masyarakat
Indonesia
•
21 Sep 2022

36 orang tewas akibat banjir di Pakistan dalam 24 jam
Indonesia
•
10 Sep 2022

Universal Studios Hollywood buka Super Nintendo World baru
Indonesia
•
18 Feb 2023

Kemampuan siswa AS dalam matematika dan membaca turun selama pandemik
Indonesia
•
09 Sep 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
