
NDB BRICS terbitkan ‘panda bond’ bertenor lima tahun terbesar dalam sejarah

Foto dari udara yang diabadikan pada 17 Desember 2020 ini menunjukkan gedung kantor pusat New Development Bank (NDB) BRICS di Shanghai, China timur. (Xinhua/Fang Zhe)
New Development Bank BRICS telah menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang renminbi (RMB) China (panda bond) bertenor lima tahun senilai 6 miliar yuan atau sekitar 844,5 juta dolar AS di Pasar Obligasi Antarbank China.
Shanghai, China (Xinhua) – New Development Bank (NDB) BRICS pada Kamis (1/2) mengumumkan bahwa pihaknya telah menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang renminbi (RMB) China (panda bond) bertenor lima tahun senilai 6 miliar yuan atau sekitar 844,5 juta dolar AS di Pasar Obligasi Antarbank China.Transaksi itu adalah penerbitan panda bond bertenor lima tahun terbesar dalam sejarah, sekaligus merupakan penerbitan panda bond perdana oleh sebuah bank pembangunan multilateral di Pasar Obligasi Antarbank China pada tahun ini."Keberhasilan penerbitan panda bond bertenor lima tahun terbesar yang pernah ada itu menandai momen penting bagi New Development Bank. Hal itu menunjukkan kuatnya daya tarik pasar dari misi dan mandat kami untuk memobilisasi sumber daya guna membiayai infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan," ujar Leslie Maasdorp, Wakil Presiden sekaligus CFO bank tersebut.Transaksi itu tidak hanya menunjukkan minat investor yang sangat besar, tetapi juga menyoroti kepercayaan mereka terhadap evolusi strategis NDB menjadi penyedia solusi infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan terkemuka untuk emerging market dan negara-negara berkembang, menurut Maasdorp."NDB berharap dapat semakin memperkuat kehadirannya di Pasar Obligasi Antarbank China, dan kami tetap berkomitmen untuk memanfaatkan kesuksesan ini untuk berkontribusi lebih lanjut pada pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara anggota kami," imbuhnya.Hingga saat ini, total nilai panda bond yang diterbitkan oleh NDB mencapai 47,5 miliar yuan.Berkantor pusat di Shanghai, NDB didirikan oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan untuk memobilisasi sumber daya bagi proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota BRICS dan ekonomi emerging market serta negara berkembang lainnya.*1 yuan = 2.200 rupiah**1 dolar AS = 15.803 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tesla akan bangun megapabrik penyimpanan energi di Shanghai
Indonesia
•
10 Apr 2023

Minyak melonjak 4 persen, harga bensin AS capai rekor tertinggi
Indonesia
•
14 May 2022

China masih jadi mitra perdagangan terbesar bagi Port of Hamburg
Indonesia
•
21 Feb 2023

Hisense telah produksi 600.000 unit TV di pabrik lokal Indonesia
Indonesia
•
10 Nov 2024


Berita Terbaru

Manfaat RCEP kian terasa, produk Indonesia makin populer di pasar China
Indonesia
•
16 Jun 2026

Mobil China kian digemari, penjualan tembus 63 ribu unit dalam lima bulan, kuasai hampir 18 persen pasar
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Perajin Indonesia perluas jangkauan di pasar China melalui pameran China-Asia Selatan
Indonesia
•
15 Jun 2026

Blueberry dan kopi perkuat kerja sama pertanian China-Indonesia
Indonesia
•
15 Jun 2026
