
Hamas dan Jihad Islam Palestina sebut perundingan damai harus jamin penarikan tentara Israel

Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 1 Juni 2025 ini menunjukkan pasukan Israel yang beroperasi di Jalur Gaza. Sedikitnya 31 warga Palestina tewas pada 1 Juni 2025 akibat tembakan Israel di dekat sebuah pusat bantuan kemanusiaan di Gaza selatan, menurut sumber-sumber Palestina. (Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel)
Negosiasi tak langsung yang sedang dilakukan dengan Israel harus mengarah pada pengakhiran perang, penarikan Israel sepenuhnya dari Jalur Gaza, pembukaan perlintasan, dan rekonstruksi.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas dan Jihad Islam Palestina (Palestinian Islamic Jihad/PIJ) pada Ahad (13/7) mengatakan bahwa negosiasi tak langsung yang sedang dilakukan dengan Israel harus mengarah pada pengakhiran perang, penarikan Israel sepenuhnya dari Jalur Gaza, pembukaan perlintasan, dan rekonstruksi.Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan antara para pemimpin kedua gerakan, yang lokasinya tidak disebutkan, ungkap pernyataan yang dirilis oleh Hamas.Delegasi Hamas dipimpin oleh ketua Dewan Syura-nya, yakni Muhammad Darwish, sementara delegasi PIJ diwakili oleh sekretaris jenderalnya, yakni Ziyad al-Nakhalah."Kedua faksi mendiskusikan perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung melalui mediator internasional dan tanggapan pihak Israel terhadap proposal yang diajukan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata," sebut pernyataan itu.Pernyataan itu menekankan bahwa setiap kesepakatan potensial harus memenuhi aspirasi rakyat Palestina, termasuk pengakhiran perang, yang telah menyebabkan penderitaan manusia dan korban jiwa yang besar di kalangan warga sipil.Perundingan tak langsung antara Israel dan Hamas di Doha, ibu kota Qatar, sedang memasuki "fase krusial dan rumit," ungkap seorang narasumber Hamas, yang memperingatkan bahwa "sikap keras kepala" Israel dapat mengakibatkan kandasnya perundingan.Narasumber Hamas itu mengatakan bahwa kedua delegasi meninjau kembali tanggapan Israel, dan mencatat bahwa hambatan utama bagi kemajuan dalam perundingan tersebut terletak pada "sikap keras kepala Israel terkait peta penarikan."Dia menambahkan bahwa apa yang diperlukan adalah penarikan awal pasukan Israel ke garis-garis sebagaimana tercantum dalam gencatan senjata Januari, dengan jaminan penarikan penuh dari Jalur Gaza setelah proses negosiasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mengungkap peran AS dalam eskalasi konflik Gaza (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
09 Oct 2024

Sekjen PBB suarakan "kekhawatiran mendalam" soal eskalasi kekerasan antara Israel dan Hizbullah
Indonesia
•
25 Jun 2024

Izin sholat di Raudhoh Masjid Nabawi akan dikeluarkan sebulan sekali
Indonesia
•
11 Jan 2022

Dewan Keamanan PBB gelar debat reformasi multilateralisme pada Desember 2022
Indonesia
•
03 Dec 2022


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
