
Xi Jinping dan Biden bertemu dalam upaya lanjutan untuk stabilkan hubungan

Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Lima, Peru, pada 16 November 2024. (Xinhua/Ding Lin)
China mendukung visi komunitas global yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif, sementara Washington berupaya mempertahankan posisi dominasi mereka yang sudah berlangsung lama.
Lima, Peru (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam pertemuan penting pada Sabtu (16/11), Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempertahankan dialog, mendorong kerja sama, dan menghindari konflik.Beberapa tahun terakhir ini, hubungan China-AS mengalami pasang surut. Di Washington, mentalitas menang-kalah (zero-sum) yang meluas terhadap China telah berubah menjadi kebijakan untuk menghambat perkembangan negara Asia tersebut.Terdapat "konsensus bipartisan (di Washington) bahwa persaingan strategis dengan China harus berlanjut, sekalipun sedikit yang sepakat dengan tujuan akhir Amerika untuk strategi ini," kata Yilun Zhang, research associate sekaligus manajer program Perdagangan dan Teknologi di Institute for China-America Studies, dalam sebuah pernyataan tertulis kepada Xinhua.Dari tarif hingga pembatasan teknologi semikonduktor, langkah-langkah ini tidak hanya mengganggu hubungan bilateral namun juga berdampak pada seluruh rantai pasokan global.Sementara itu, China dan Amerika Serikat memiliki pandangan dunia yang berbeda. China mendukung visi komunitas global yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif, sementara Washington berupaya mempertahankan posisi dominasi mereka yang sudah berlangsung lama.Terlepas dari perbedaan-perbedaan yang mendalam ini, pertemuan tingkat tinggi pada Sabtu itu menggarisbawahi pemahaman bersama, yaitu dengan risiko yang begitu besar, tidak ada pihak yang mampu menanggung bahaya konfrontasi.Kedua belah pihak harus terus mencari cara yang tepat bagi dua negara besar tersebut untuk hidup rukun satu sama lain, dan mewujudkan koeksistensi damai yang langgeng di planet ini, ujar Xi dalam pertemuan itu."Perangkap Thucydides bukanlah sebuah keniscayaan sejarah. Perang Dingin baru tidak boleh terjadi dan tidak dapat dimenangkan," papar Xi dalam pertemuan di sela-sela Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) ke-31 di Lima, ibu kota Peru.
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Lima, Peru, pada 16 November 2024. (Xinhua/Ding Lin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Infeksi di AS diperkirakan 4 kali lebih besar dari laporan resmi
Indonesia
•
06 Jan 2021

Pejabat AS: Ukraina alami kerugian 89 triliun rupiah setiap bulan akibat perang
Indonesia
•
22 Jun 2022

PM Israel beri sinyal kemajuan dalam perundingan gencatan senjata Gaza, meski waktunya belum jelas
Indonesia
•
26 Dec 2024

Telaah – Pertemuan Macron-Trump soroti perpecahan Eropa dan AS dalam konflik Ukraina
Indonesia
•
26 Feb 2025


Berita Terbaru

Kremlin sebut situasi Timur Tengah berkembang sesuai skenario terburuk
Indonesia
•
27 Mar 2026

Hakim AS tangguhkan upaya Pentagon hukum Anthropic yang tolak berikan akses kepada pemerintah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jumlah korban sipil di Iran dan Lebanon kian bertambah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Analisis – Pengerahan pasukan darat AS ke Iran dapat rugikan Trump dari segi politik
Indonesia
•
27 Mar 2026
