
Mantan presiden Kroasia puji usulan Presiden Xi Jinping tentang bangun komunitas dunia

Foto yang diabadikan pada 21 Januari 2022 ini menunjukkan deretan truk tiba di lokasi pembangunan Jembatan Peljesac untuk uji tekanan beban muatan di Komarna, Kroasia. (Xinhua/PIXSELL/Ivo Cagalj)
Multilateralisme oleh pemerintah China adalah bagian dari perlindungan bagi sebagian besar negara di dunia, terutama untuk negara-negara kecil seperti Kroasia.
Zagreb, Kroasia (Xinhua) – Konsep membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, yang diusulkan oleh Presiden China Xi Jinping, sangat progresif, penting, dan visioner, demikian disampaikan mantan presiden Kroasia Ivo Josipovic."Jelas itu merupakan ide yang sangat progresif, gagasan yang dimulai dari cita-cita perdamaian global" dan "sangat penting," terutama di dunia saat ini, kata Josipovic dalam wawancara baru-baru ini dengan Xinhua.Bahkan negara kecil seperti Kroasia pun dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk konsep ini, katanya."Saya rasa kebijakan Kroasia selalu mendukung perdamaian dan kerja sama global. Oleh karena itu, saya sepenuhnya yakin bahwa para pemimpin Kroasia akan mengikuti gagasan ini. Saya yakin masyarakat kami akan sangat gembira dengan proyek ini dan akan berkontribusi untuk itu," ujarnya.Menilai konsep tersebut sebagai proyek jangka panjang, mantan presiden berusia 65 tahun itu mengatakan, "Ini adalah proyek visioner selama bertahun-tahun. Tentu, para pemimpin dunia dapat berkontribusi dengan menerapkan kebijakan yang baik dan melakukan kerja sama yang baik satu sama lain."Josipovic juga mengapresiasi upaya dan praktik multilateralisme oleh pemerintah China.Multilateralisme adalah perlindungan bagi sebagian besar negara di dunia, terutama untuk negara-negara kecil seperti Kroasia, ujarnya, seraya menambahkan bahwa multilateralisme telah menjadi pedoman prinsip dalam kebijakan luar negeri Kroasia.Josipovic, yang menjabat sebagai presiden Kroasia selama periode 2010-2015 dan telah beberapa kali berkunjung ke China, telah mendukung hubungan persahabatan antara Kroasia dan China serta mendorong pengembangan hubungan bilateral yang erat.Membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Kroasia dan China, Josipovic menyebut Jembatan Peljesac, proyek infrastruktur terbesar di Kroasia yang digarap oleh konsorsium China, sebagai "contoh yang sangat baik dari kerja sama sukses antara Kroasia dan China.""Saya berharap akan ada lebih banyak peluang untuk bekerja sama dengan China," lanjutnya.Jembatan kabel sepanjang 2,4 kilometer di atas Teluk Mali Ston di Laut Adriatik itu menghubungkan daratan Kroasia dan Semenanjung Peljesac. Jembatan tersebut resmi dibuka pada Juli dan sangat membantu lalu lintas Kroasia."Jembatan Peljesac adalah proyek yang sangat penting bagi Kroasia karena menghubungkan dua bagian Kroasia yang terpisahkan oleh laut," kata Josipovic, seraya menambahkan bahwa infrastruktur tersebut sangat krusial secara ekonomi dan politik.Mengenang beberapa lawatannya ke China, Josipovic menyebut perkembangan ekonomi China sebagai sebuah keajaiban."China sangat sukses tak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga budaya, ilmu pengetahuan, olahraga, dan lainnya. Saya sepenuhnya yakin bahwa China akan melanjutkan perkembangan yang luar biasa ini dan saya mengharapkan yang terbaik bagi China dan kawan-kawan China," katanya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

New York terapkan skema penetapan tarif kemacetan, jadi yang pertama di AS
Indonesia
•
07 Jan 2025

Presiden Biden hapus larangan perjalanan dari negara Muslim dan Afrika
Indonesia
•
22 Jan 2021

COVID-19 – AstraZeneca berkomitmen sediakan vaksin untuk Asia Tenggara
Indonesia
•
29 Jun 2021

Trump "kemungkinan besar" akan beri perpanjangan waktu 90 hari bagi TikTok pada hari pelantikannya
Indonesia
•
19 Jan 2025


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
