
Iran tutup akses IAEA ke fasilitas nuklir, sebut semua bergantung pada kesepakatan akhir dengan AS

Foto yang diabadikan pada 19 April 2024 ini menunjukkan layar yang menayangkan siaran langsung dari area perkotaan Isfahan, Iran, yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran. Pusat Teknologi/Penelitian Nuklir Isfahan merupakan pusat ilmiah atom yang terbesar di Iran, yang terletak di sebelah tenggara Kota Isfahan. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Iran tidak berencana memberikan akses kepada Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) untuk mengakses fasilitas-fasilitas nuklirnya yang dibom oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, ujar seorang diplomat senior Iran pada Rabu (24/6), sembari menyatakan bahwa isu-isu semacam itu akan diselesaikan hanya dalam kerangka kesepakatan akhir potensial dengan Washington.
Dalam platform media sosial X, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi menyampaikan bahwa akses terhadap fasilitas dan bahan nuklir Iran "akan ditinjau dan diselesaikan semata-mata dalam kerangka kesepakatan akhir dan sebagai hasil dari tindakan praktis pihak lainnya untuk mencabut segala sanksi."
Dia menuturkan tidak ada pertemuan yang digelar antara tim negosiasi Iran dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi di Swiss dalam beberapa hari terakhir, meski Grossi meminta pertemuan tersebut.
Pernyataan Gharibabadi itu dilontarkan setelah sebelumnya pada hari yang sama Grossi menuturkan bahwa IAEA akan melakukan inspeksi di Iran mengingat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian AS-Iran telah diteken baru-baru ini.
MoU yang ditandatangani pada 18 Juni tersebut menetapkan masa perundingan selama 60 hari, yang saat ini sudah berjalan, untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi. Putaran pertama perundingan itu telah digelar di Swiss pada Ahad (21/6) dan Senin (22/6).
Tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan dibom oleh AS dalam ‘perang 12 hari’ pada Juni 2025. Lokasi-lokasi tersebut kembali menjadi pusat konflik yang meletus pada 28 Februari tahun ini, saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target nuklir dan militer Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB peringati 20 tahun pengeboman markas besarnya di Baghdad
Indonesia
•
22 Aug 2023

COVID-19 – AS mulai vaksinasi anak pekan depan
Indonesia
•
03 Nov 2021

Siapkan rudalnya, Iran bersumpah akan balas AS dan Israel jika diserang
Indonesia
•
05 May 2025

DK PBB gagal adopsi resolusi perihal gencatan senjata di Gaza
Indonesia
•
18 Oct 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
