
Peneliti China kembangkan model ‘deep learning’ baru untuk prediksi masa pakai baterai

Objek pameran penyimpanan energi terlihat dalam sesi ke-135 Pameran Impor dan Ekspor China di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 15 April 2024. (Xinhua/Deng Hua)
Model deep learning secara efektif menghilangkan ketergantungan pada sejumlah besar data uji pengisian daya dan menawarkan gagasan baru untuk memprediksi masa pakai baterai secara waktu nyata (real-time).
Shenyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah peneliti China telah mengusulkan model deep learning jenis baru untuk memprediksi masa pakai baterai lithium-ion, menurut sebuah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal IEEE Transactions on Transportation Electrification baru-baru ini.Model deep learning secara efektif menghilangkan ketergantungan pada sejumlah besar data uji pengisian daya dan menawarkan gagasan baru untuk memprediksi masa pakai baterai secara waktu nyata (real-time).Artikel itu menyebutkan bahwa prediksi yang akurat terkait masa pakai baterai lithium-ion sangat penting bagi pengoperasian perangkat listrik yang normal dan efektif. Namun, estimasi tersebut menghadapi tantangan besar karena proses degradasi kapasitas nonlinear dan kondisi pengoperasian baterai lithium-ion yang tidak pasti.Para peneliti dari Institut Fisika Kimia Dalian (Dalian Institute of Chemical Physics/DICP) dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Universitas Jiaotong Xi'an mengusulkan model deep learning berdasarkan sejumlah kecil data siklus pengisian daya untuk memprediksi siklus hidup saat ini dan masa pakai yang tersisa dari baterai target.Model tersebut dapat secara akurat memprediksi siklus hidup saat ini dan masa pakai yang tersisa dari baterai dengan hanya menggunakan 15 data siklus pengisian daya. Menurut hasil percobaan itu, data ini dapat membuat prediksi yang akurat.Model yang diusulkan itu diharapkan dapat memberikan solusi untuk manajemen baterai yang pintar, kata Chen Zhongwei, Direktur State Key Laboratory of Catalysis DICP.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China memulai sensus sumber daya data
Indonesia
•
21 Feb 2024

Transisi ‘net-zero’ dan perlindungan lingkungan jadi prioritas baru Australia di bidang sains dan penelitian
Indonesia
•
14 Aug 2024

NASA dan Boeing luncurkan misi berawak pertama Starliner ke ISS
Indonesia
•
07 Jun 2024

Ilmuwan Kenya temukan obat untuk kurangi risiko malaria di kalangan ibu hamil positif HIV
Indonesia
•
18 Jan 2024


Berita Terbaru

Jepang temukan bahan kimia industri beracun lampaui ambang batas di 629 lokasi pemantauan air
Indonesia
•
30 Mar 2026

Jepang kembali batalkan uji terbang perdana kendaraan eksperimental roket ‘reusable’ akibat malafungsi
Indonesia
•
30 Mar 2026

Mengisap vape berpotensi picu kanker
Indonesia
•
31 Mar 2026

China luncurkan roket pengangkut Lijian-2 Y1
Indonesia
•
31 Mar 2026
