Model AI tingkatkan akurasi prediksi banjir hingga 12 pekan sebelumnya

Seorang ayah dan anak laki-lakinya berjalan menerjang banjir di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada 24 Februari 2026. (Xinhua/Dicky Bisinglasi)

Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti internasional telah mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang dapat meningkatkan prakiraan banjir jangka panjang, sehingga membantu masyarakat memperoleh peringatan beberapa pekan sebelum banjir terjadi.

Para peneliti menggunakan data historis presipitasi dan debit aliran sungai selama dua dekade dari daerah aliran sungai (DAS) Sungai DuPage di Illinois, Amerika Serikat (AS), untuk mengembangkan model pembelajaran mendalam (deep learning) yang menggabungkan mekanisme atensi guna mengidentifikasi pola curah hujan dan aliran sungai, demikian menurut pernyataan yang dirilis Selasa (13/10) oleh Universitas Teknologi Sydney (UTS) Australia.

Dengan menggabungkan prediksi dari berbagai model, tim peneliti berhasil meningkatkan akurasi prakiraan.

Model pembelajaran mendalam ansambel mengurangi kesalahan prediksi sekitar 38 persen, sedangkan kerangka kerja fusi yang diusulkan meningkatkan kinerja prediksi sekitar 47 persen, demikian disebutkan dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Hydrologic Engineering.

Pendekatan tersebut tetap sangat akurat untuk prakiraan hingga 12 pekan ke depan, kata Profesor Amir H. Gandomi dari UTS, salah satu penulis penelitian itu, seraya menekankan bahwa tambahan waktu peringatan dapat membantu masyarakat bersiap menghadapi banjir.

Temuan tersebut dapat berimplikasi pada manajemen risiko banjir, termasuk kesiapsiagaan bencana, ketahanan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya air, menurut tim peneliti.

"Pada akhirnya, tujuannya bukan sekadar memprediksi banjir dengan lebih akurat, melainkan mengubah prediksi yang lebih baik menjadi keputusan yang lebih baik," ujar Gandomi.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait