
Hampir 1 miliar orang diproyeksikan menderita osteoartritis pada 2050

Ilustrasi. (Rohit Choudhari on Unsplash)
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir satu miliar orang di seluruh dunia diproyeksikan menderita osteoartritis pada 2050, meningkat dari sekitar 600 juta orang pada 2023, menurut sebuah peta jalan baru yang dirilis pada Senin (12/10).
Hingga kini, belum ada obat untuk menyembuhkan osteoartritis maupun obat yang mampu menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Kondisi ini mendorong para peneliti menyerukan penguatan kebijakan kesehatan untuk mengatasi beban disabilitas global yang terus meningkat, menurut pernyataan yang dirilis Universitas Curtin Australia pada Senin.
Peta jalan kebijakan kesehatan global yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet bertepatan dengan Hari Artritis Sedunia itu disusun oleh kelompok peneliti internasional yang dipimpin Universitas Curtin.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa osteoartritis masih kurang mendapat perhatian dalam kebijakan kesehatan di berbagai negara. Penanganannya juga kerap belum terintegrasi secara memadai ke dalam layanan kesehatan untuk penyakit kronis, sementara pengobatan dan pencegahannya masih tidak konsisten dan sering kali tidak tepat.
Peta jalan tersebut menyerukan kepada pemerintah untuk mengakui osteoartritis sebagai penyakit kronis utama, meningkatkan akses ke perawatan berbasis bukti, berinvestasi dalam pencegahan dengan menangani kelebihan berat badan dan cedera sendi. Peta jalan itu juga mendorong integrasi layanan osteoartritis dengan layanan penanganan penyakit kronis dan rehabilitasi yang lebih luas.
"Osteoartritis menghadapi masalah persepsi. Di masyarakat, penyakit ini kerap dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari proses penuaan, sehingga dipandang sebelah mata, sementara pilihan penanganannya dianggap terbatas," kata penulis utama laporan itu, Profesor Andrew Briggs dari Universitas Curtin.
Profesor Lyn March, salah satu penulis senior dari Kolling Institute di Australia, mengatakan bahwa beban disabilitas global yang disebabkan oleh osteoartritis meningkat sebesar 65 persen selama periode 1990 hingga 2023.
Para peneliti memperingatkan bahwa meningkatnya angka obesitas, penuaan populasi, dan meningkatnya kasus cedera sendi diperkirakan akan semakin mendorong peningkatan jumlah kasus dalam beberapa dekade mendatang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konsumsi alkohol berkaitan dengan peningkatan risiko kanker
Indonesia
•
24 Apr 2026

Indeks massa tubuh kanak-kanak berkaitan dengan risiko diabetes dan jantung saat dewasa
Indonesia
•
21 Feb 2026

Italia berpotensi kehilangan seperlima pantai akibat kenaikan permukaan air laut pada 2050
Indonesia
•
01 Nov 2025

China luncurkan atlas pertama di dunia berisi data pengindraan jauh cahaya malam hari perkotaan
Indonesia
•
08 Sep 2023


Berita Terbaru

Ekspedisi Kawah Purba Pangrango ungkap kekayaan hayati dan geologi di ketinggian lebih 2.000 meter
Indonesia
•
11 Oct 2026

Lumut gurun ini hidup kembali di antariksa, ilmuwan ungkap ketangguhannya
Indonesia
•
11 Oct 2026

Feature – 230 juta pengguna internet Indonesia, siapkah menghadapi banjir konten AI dan hoaks?
Indonesia
•
09 Oct 2026

Feature – Nobel Kimia 2026 pecahkan misteri ‘tangan’ molekul yang membingungkan ilmuwan lebih dari seabad
Indonesia
•
08 Oct 2026
