Militer AS kembali lancarkan serangan udara ke Hodeidah dan Saada di Yaman

Militer AS kembali melancarkan serangan udara ke kota pelabuhan Laut Merah, Hodeidah, dan provinsi di sebelah utara, Saada, di Yaman, yang merupakan benteng pertahanan Houthi.
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/3) malam waktu setempat kembali melancarkan serangan udara ke kota pelabuhan Laut Merah, Hodeidah, dan provinsi di sebelah utara, Saada, di Yaman, yang merupakan benteng pertahanan Houthi, demikian dilansir al-Masirah TV yang dikelola Houthi.
Dilaporkan bahwa empat serangan udara AS menyasar area pesisir Alkateeb di pinggiran barat laut Hodeidah, yang menjadi lokasi sejumlah kompleks militer.
Sementara itu, militer AS menggempur area al-Asayed di Saada untuk kedua kalinya sejak dini hari.
Serangan udara tersebut bertepatan dengan pencegatan rudal dari Yaman oleh militer Israel, yang memicu sirene peringatan serangan udara di Yerusalem dan beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Sebelumnya pada hari yang sama, Houthi mengklaim bahwa mereka menyerang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv dengan sebuah rudal balistik jarak jauh pada pagi hari, seraya menyebutkan bahwa serangan itu bertujuan untuk memaksa Israel menghentikan perang di Gaza, membuka kembali perlintasan perbatasan, dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke daerah kantong tersebut.
Selain itu, kelompok Houthi juga melancarkan serangan terhadap kapal induk USS Harry S. Truman di Laut Merah utara pada Kamis pagi, menandai serangan kelima sejak Sabtu (15/3) lalu.
Militer AS telah melanjutkan serangan udara terhadap target-target Houthi sejak Sabtu, serta mengklaim bahwa kampanye mereka bertujuan untuk melindungi pelayaran internasional. Gelombang serangan udara terbaru AS ini telah menewaskan puluhan orang, menurut otoritas kesehatan yang dikelola Houthi.
Kelompok pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk pelabuhan strategis Hodeidah, setelah pecahnya perang saudara pada 2014.
Laporan: Redaksi