
Hillary Clinton bersaksi dirinya "tidak tahu" soal kejahatan Epstein

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, tiba untuk menghadiri upacara pelantikan Donald Trump sebagai presiden di Gedung Capitol AS di Washington DC, AS, pada 20 Januari 2017. (Xinhua/Yin Bogu)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Mantan menteri luar negeri (menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton pada Kamis (26/2) mengatakan kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS bahwa dirinya tidak tahu soal kejahatan Jeffrey Epstein dan rekan konspiratornya, Ghislaine Maxwell.
"Saya tidak tahu apa-apa tentang aktivitas kriminal mereka. Saya tidak ingat pernah bertemu dengan Epstein. Saya tidak pernah terbang menggunakan pesawatnya atau mengunjungi pulau, rumah, atau kantornya. Tidak ada lagi yang ingin saya tambahkan," kata Clinton dalam pernyataan yang diunggah ke media sosial.
Pernyataan itu disampaikan sebelum dia dijadwalkan memberikan keterangan tertutup di hadapan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR AS di Chappaqua, New York.
Suaminya, mantan presiden AS Bill Clinton, akan hadir untuk memberikan keterangan serupa pada Jumat (27/2), yang akan menjadi kali pertama seorang mantan presiden memberikan kesaksian di hadapan Kongres sejak tahun 1983.
Dalam pernyataan tersebut, Clinton menuding komite itu sengaja berupaya untuk mengalihkan fokus dari hubungan Presiden AS Donald Trump dengan Epstein.
"Anda telah memaksa saya untuk bersaksi, meskipun menyadari sepenuhnya bahwa saya tidak memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan Anda, semata-mata untuk mengalihkan perhatian dari tindakan Presiden Trump dan untuk menutupinya meskipun ada seruan menuntut jawaban," tulisnya.
"Jika Komite ini serius ingin mengetahui kebenaran tentang kejahatan perdagangan manusia Epstein, mereka tidak akan bergantung pada gerombolan awak media untuk mendapatkan jawaban dari presiden kita saat ini tentang keterlibatannya. Mereka akan menanyakan langsung kepadanya di bawah sumpah tentang nama Trump yang puluhan ribu kali muncul dalam berkas Epstein," tutur Clinton.
James Comer, ketua komite tersebut, menolak klaim bahwa penyelidikan tersebut merupakan upaya partisan yang menyasar Hillary Clinton. "Saat ini tidak ada yang menuduh keluarga Clinton melakukan kesalahan apa pun," katanya.
Menurut Comer, wawancara pasangan Clinton akan direkam dalam bentuk video dan transkripnya akan dipublikasikan.
Pasangan Clinton setuju untuk bersaksi setelah tawaran mereka untuk memberikan pernyataan di bawah sumpah ditolak, dan Comer mengancam akan menuntut mereka atas penghinaan terhadap Kongres.
Departemen Kehakiman AS telah merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen yang berkaitan dengan Epstein selama beberapa bulan terakhir untuk mematuhi undang-undang yang diloloskan oleh Kongres.
Epstein mengaku bersalah atas tuduhan tingkat negara bagian perihal tindakan merekrut anak di bawah umur dalam bisnis prostitusi pada 2008. Dia kembali ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks federal dan meninggal di penjara pada 10 Agustus 2019 sebelum persidangan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Dewan Perdamaian buatan AS picu kekhawatiran terkait solusi Gaza dan hak-hak rakyat Palestina
Indonesia
•
22 Feb 2026

Menhan Kamboja serukan upaya kolektif atasi tantangan keamanan di ASEAN
Indonesia
•
23 Nov 2022

China serukan jalan tanpa hambatan bagi keanggotaan Palestina di PBB
Indonesia
•
14 May 2024

Israel dirikan fasilitas militer di kompleks UNRWA Yerusalem Timur
Indonesia
•
21 May 2026


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
