Banner

Mikrofosil hewan berumur 535 juta tahun berotot langka yang terawetkan ditemukan di China

Foto mikroskop elektron ini menunjukkan fosil sistem otot berumur sekitar 535 juta tahun yang ditemukan baru-baru ini. (Xinhua)

Mikrofosil sistem otot cycloneuralia, sebuah kelompok hewan yang mencakup cacing gelang, cacing bulu kuda, dan mud dragon, yang berasal dari Zaman Kambrium awal sekitar 535 juta tahun yang lalu, ditemukan di China.

 

Nanjing, China (Xinhua) – Sebuah tim penelitian internasional berhasil menemukan fosil sistem otot yang berasal dari sekitar 535 juta tahun yang lalu yakni Zaman Kambrium awal di China.

Banner

Tim ahli paleontologi tersebut telah melaporkan penemuan mikrofosil mereka, yang mengawetkan sistem otot introver pada cycloneuralia, sebuah kelompok hewan yang mencakup cacing gelang, cacing bulu kuda, dan mud dragon.

Penelitian itu dipimpin oleh Zhang Huaqiao, peneliti di Institut Geologi dan Paleontologi Nanjing di Akademi Ilmu Pengetahuan China, dan memublikasikan temuan itu secara daring di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences pada Rabu (11/10).

Mikrofosil sistem otot cycloneuralia
Sebuah rekonstruksi bergambar ini menunjukkan sistem otot hewan yang berasal dari sekitar 535 juta tahun yang lalu. (Xinhua)

Satu dari tiga spesimen terfosfatisasi dan berskala milimeter yang ditemukan di sebelah selatan Provinsi Shaanxi itu lebih terawetkan dibandingkan lainnya, terdiri dari lima cincin yang semakin besar yang terhubung dengan 19 struktur radial dan 36 struktur longitudinal, papar Zhang.

Banner

Cincin-cincin tersebut terkompresi ke berbagai tingkat, mengimplikasikan bahwa hewan cycloneuralia bersifat fleksibel saat masih hidup. Sistem otot ini akan memfasilitasi pergerakan dan proses makan, menurut Zhang.

“Fosil-fosil otot hewan purba telah memberikan dasar penting bagi pemahaman kita soal evolusi alat gerak. Melalui fosil-fosil ini, kita dapat mempelajari bagaimana hewan bergerak di zaman purba dan bagaimana mereka secara bertahap mengembangkan kemampuan gerak lokomotor yang mereka miliki saat ini,” kata Zhang.

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner
Banner

Iklan