Banner

Menlu China gelar pembicaraan via telepon dengan menlu Belanda, Saudi, dan Argentina terpisah

Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Bali pada 15 November 2022. (Xinhua/Yan Yan)

Menteri Luar Negeri China Qin Gang pada Senin (30/1) menggelar pembicaraan via sambungan telepon secara terpisah dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Belanda Wopke Hoekstra, Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dan Menlu Argentina Santiago Cafiero, seraya memperkuat pertukaran di semua level dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang.

 

Beijing, China (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang pada Senin (30/1) menggelar pembicaraan via sambungan telepon dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Belanda Wopke Hoekstra, Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dan Menlu Argentina Santiago Cafiero masing-masing secara terpisah.

Banner

Saat berbicara dengan Hoekstra, Qin menyampaikan bahwa China berharap dapat bekerja sama dengan Belanda untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh pemimpin kedua negara, memperkuat pertukaran di semua level, serta mendorong kemajuan baru dalam kemitraan kerja sama komprehensif China-Belanda yang terbuka dan praktis.

China siap memperkuat kerja sama dengan Belanda dalam bidang-bidang multilateral seperti perubahan iklim, serta bersama-sama menjaga lingkungan perdagangan internasional yang terbuka dan tertib, bukan yang terfragmentasi dan kacau, ujar Qin.

Menteri Luar Negeri China
Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud di istana kerajaan yang berlokasi di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Desember 2022. (Xinhua/Yue Yuewei)

Saat berbicara dengan Faisal, Qin menuturkan bahwa kehadiran Presiden China Xi Jinping baru-baru ini di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) China-Arab pertama dan KTT China-Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), serta kunjungan kenegaraannya ke Arab Saudi telah menuai kesuksesan besar.

Banner

Dia menyatakan bahwa China siap bekerja sama dengan Arab Saudi untuk mengimplementasikan hasil dua KTT tersebut, mengangkat hubungan China-Arab Saudi, China-GCC, dan China-Arab ke tingkat baru, dan membangun komunitas China-Arab dengan masa depan bersama di era baru.

Qin menambahkan bahwa China siap memperkuat kemitraan strategis China-GCC, melindungi kepentingan bersama negara-negara berkembang yang luas secara lebih baik, dan menjunjung norma dasar yang mengatur hubungan internasional, termasuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Menteri Luar Negeri China
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Argentina Alberto Fernandez di Bali pada 15 November 2022. (Xinhua/Rao Aimin)

Dalam pembicaraan via telepon dengan Cafiero, Qin mengatakan China dan Argentina merupakan sahabat dan mitra yang baik, seraya menambahkan bahwa China siap bekerja sama dengan Argentina untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kepala kedua negara, meneruskan tradisi yang baik untuk saling menghormati, memperlakukan satu sama lain dengan setara, dan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan Argentina, sehingga dapat memperluas pengembangan kemitraan strategis komprehensif China-Argentina.

Banner

China, seperti biasa, akan mendukung Argentina dalam melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya, imbuh Qin.

Menlu China tersebut mengatakan kedua pihak harus mendorong kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra yang berkualitas tinggi, seraya menambahkan bahwa China mendukung Argentina dalam memainkan peran yang lebih besar dalam urusan internasional dan regional.

Menlu dari ketiga negara tersebut menyatakan kesediaan mereka untuk memperkuat pertukaran di semua level dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang dengan China, bersama-sama mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh pemimpin kedua negara tersebut, serta memajukan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

Banner

Qin dan Hoekstra juga bertukar pandangan soal keputusan pemerintah Jepang untuk membuang air yang terkontaminasi nuklir ke laut. Kedua pihak sepakat bahwa tindakan tersebut membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan maritim, dan mereka setuju untuk terus menjalin komunikasi perihal isu tersebut.

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner
Banner

Iklan