
Menlu RI pastikan 9 WNI yang ditangkap Israel dalam misi Global Sumud Flotilla dalam perjalanan pulang ke Tanah Air

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan keterangan tentang pembebasan sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, di Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Indonesia Window/tangkapan layar)
Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dan ditangkap oleh militer Israel pada 18-19 Mei lalu, telah bebas.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memastikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dan ditangkap oleh militer Israel pada 18-19 Mei lalu, telah bebas.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” kata Menlu RI dalam keterangannya yang disampaikan di Jakarta, Kamis.
Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Turkiye atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini, ucapnya.
Menlu RI mengatakan, pembebasan sembilan relawan kemanusiaan itu merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0.
“Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Perlindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.”
Pemerintah Indonesia menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan, tegas Menlu Sugiono dalam keterangannya.
Dia melanjutkan, tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi.
“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat.”
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Komunitas lingkungan bangun keberlanjutan Sungai Cikeas melalui pemberdayaan masyarakat
Indonesia
•
22 May 2023

Kebijakan penangkapan ikan terukur dorong perputaran uang 281 triliun rupiah
Indonesia
•
24 Nov 2021

COVID-19 – Indonesia terima 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac
Indonesia
•
12 Jul 2021

BPS: Indonesia perlu waspada terhadap ketegangan China-Taiwan
Indonesia
•
15 Aug 2022


Berita Terbaru

Pesantren akan jadi sekolah paling diminati di era AI
Indonesia
•
19 May 2026

Presiden serahkan pesawat MRCA Rafale dan Sistem Pertahanan Modern untuk perkuat Pertahanan Udara Nasional
Indonesia
•
18 May 2026

Presiden resmikan Museum Marsinah untuk menghormati perjuangan pekerja
Indonesia
•
17 May 2026

Kemnaker buka pendaftaran bantuan TKM pemula 2026
Indonesia
•
15 May 2026
