Menikmati pemandian air panas saat musim dingin di Taiwan

Menikmati pemandian air panas saat musim dingin di Taiwan
Mata air panas Taiwan juga dapat ditemukan di pulau terluar Formosa, salah satunya adalah Zhaori di Pulau Hijau Taitung, dan hanyalah satu di antara tiga mata air panas bawah laut di dunia. (Pemerintah Taitung County)

Jakarta (Indonesia Window) – Taiwan yang berbatasan dengan Republik Rakyat China (RRC) di barat laut, Jepang di timur laut, dan Filipina di selatan, terletak di perbatasan dua zona iklim.

Bagian utara Taiwan beriklim subtropis dengan musim panas basah dan musim dingin yang kering dan sejuk, sedangkan di bagian selatan memiliki iklim tropis monsun dengan sedikit perubahan suhu sepanjang tahun.

Meski demikian, saat arus dingin melanda di musim dingin, suhu di Pulau Formosa akan turun hingga di bawah 10 derajat Celsius.

Di sisi lain, secara geologis Taiwan terletak di persimpangan Lempeng Eurasia dan Lempeng Filipina, dan berada di zona seismik Lingkar Pasifik. Akibatnya, panas bumi menyebar ke seluruh pulau, sehingga terbentuk mata air panas di seluruh wilayah Taiwan.

Saat musim dingin tiba, pemandian air panas menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati udara dingin Taiwan.

Pemandian air panas

Jenis pemandian air panas di Pulau Formosa kini semakin beragam, dan dapat ditemukan di hampir seluruh kabupaten dan kota, membuat tempat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Taiwan.

Saat ini ada lebih dari 140 mata air panas di Taiwan yang dikembangkan menjadi pemandian air panas konvensional, pemandian air dingin, pemandian air panas berlumpur, dan submarine springs atau sumber air panas bawah laut. Semuanya bersumber dari mata air terbaik di dunia.

Pemandian air panas di Taiwan utara, tengah, selatan, dan timur memiliki karakteristik yang berbeda.

Pemandian air panas Yangmingshan, Beitou, dan Wulai merupakan pemandian air panas terpopuler di Taiwan bagian utara.

Pemandian air panas Wulai mengandung sodium bikarbonat yang memiliki efek melembabkan dan memutihkan kulit, sehingga disebut juga beauty soup.

Sementara itu, pemandian air panas Ku Kuan di Taiwan bagian tengah sangat terkenal akan kualitas mata airnya yang berkarbonasi, yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Makanya, pemandian air panas Ku Kuan juga dikenal sebagai “sup jantung”.

Sedangkan di Taiwan bagian selatan, ada mata air panas Guanziling yang terkenal, dan merupakan satu-satunya mata air panas lumpur di Pulau Formosa.

Mata air panas Guanziling, mata air panas Sisilia di Italia, dan mata air panas Kagoshima di Jepang dikenal sebagai tiga mata air panas lumpur terbesar di dunia.

Bagi wisatawan yang suka akan perawatan kecantikan secara alami, bisa berendam Guanziling sembari bermasker lumpur. Kebiasaan ini diyakini membuat kulit semakin bercahaya.

Namun, jika Anda menginginkan berendam dalam mata air yang jernih dan tidak berbau, Zhiben dan Jiaoxi di Taiwan bagian timur adalah pilihan utama.

Mata air panas Taiwan juga dapat ditemukan di pulau terluar Formosa, salah satunya adalah Zhaori di Pulau Hijau, dan hanyalah satu di antara tiga mata air panas bawah laut di dunia.

Zhaori terletak di tepi laut, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman unik berendam di pemandian air panas di laut dengan menikmati pemandangan laut yang menakjubkan, matahari terbit, dan langit berbintang yang tak berujung.

Di sejumlah kawasan mata air panas tersedia hotel bintang lima dan kolam air panas pribadi di kamar tidur.

Menikmati pemandian air panas saat musim dingin di Taiwan
Mata air di Danau Maoli yang mengandung sodium bikarbonat, juga dikenal sebagai “sup kecantikan” karena kaya akan mikronutrien untuk menstabilkan syaraf parasimpatik (fungsi istirahat dan pencernaan). (Shi Tang Spring)

Kesehatan

Berendam di pemandian air panas di Taiwan bukan hanya menyenangkan, tapi juga memiliki manfaat kesehatan.

Menikmati mata air panas yang terletak di pegunungan dan hutan yang elok ditemani kicauan burung dan ramainya suara serangga, benar-benar dapat merilekskan tubuh dan pikiran.

Beredam atau mandi dengan air yang bersumber dari mata air panas alami juga dapat memperbaiki sirkulasi darah dan artritis kronis (radang sendi), serta meningkatkan regenerasi syaraf dan metabolisme.

Menikmati berendam di mata air panas sebaiknya masuk dalam daftar agenda liburan saat mengunjungi Taiwan setelah pandemik berakhir, terutama selama musim dingin.

Ini akan menjadi pengalaman unik yang tak terlupakan karena tak akan ditemukan di Indonesia yang beriklim tropis.

Sumber: Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO)

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here