
Material terinspirasi bintang laut merah dapat swapulih dengan cepat di dalam air

Seorang anggota tim ekspedisi ilmiah Samudra Arktika ke-13 China menunjukkan seekor bintang laut yang ditangkap usai operasi pukat di atas kapal pemecah es kutub milik China, Xuelong 2, pada 4 Agustus 2023. (Xinhua/Wei Hongyi)
Material swapulih dapat secara otomatis memperbaiki kerusakan struktural dan fungsional, memperpanjang masa penggunaan produk dan meningkatkan daya tahan. Poliuretana menjadi kandidat yang menjanjikan berkat desainnya yang fleksibel dan kemudahan sintesis. Namun, kinerjanya dalam air terbatas, mengingat molekul air mengganggu pertukaran ikatan dinamis yang diperlukan untuk swapulih.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan berhasil mengembangkan poliuretana baru yang terinspirasi bintang laut merah Mediterania yang dapat melakukan swapulih (self-healing) dengan cepat di dalam air, menawarkan potensi penerapannya dalam bidang robotik dan implan medis.Penelitian tersebut, yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Macromolecules, dipimpin oleh para peneliti di Institut Teknologi dan Rekayasa Material Ningbo di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences), yang menjalin kolaborasi dengan Korea Advanced Institute of Science and Technology.Material swapulih dapat secara otomatis memperbaiki kerusakan struktural dan fungsional, memperpanjang masa penggunaan produk dan meningkatkan daya tahan. Poliuretana menjadi kandidat yang menjanjikan berkat desainnya yang fleksibel dan kemudahan sintesis. Namun, kinerjanya dalam air terbatas, mengingat molekul air mengganggu pertukaran ikatan dinamis yang diperlukan untuk swapulih.Terinspirasi kemampuan regenerasi bintang laut merah Mediterania di dalam air melalui sekresi enzim fibrinolitik, tim tersebut merancang poliuretana yang dapat melakukan swapulih pada suhu kamar saat berada di dalam air.Material itu memadukan unit hidrofobik ganda dan ikatan dinamis tandem, yang memungkinkannya pulih dari goresan dengan efisiensi sebesar 98 persen usai 12 jam berada di dalam air, pada laju lebih dari 33 mikrometer per jam.Poliuretana juga menunjukkan biokompatibilitas yang sangat baik, menurut tim peneliti, seraya mengungkapkan kesesuaiannya untuk digunakan pada robot yang dapat menyelam, perangkat medis implan, dan penerapan dalam perawatan kesehatan akuatik lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China terbitkan dataset karakteristik daerah tangkapan air danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
25 Nov 2022

Huawei pamerkan kontribusinya dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Austria
Indonesia
•
11 Oct 2024

Astronom di Australia identifikasi kandidat planet mirip Bumi yang layak huni
Indonesia
•
28 Jan 2026

Ikan langka ditemukan di anak-anak Sungai Yangtze di Provinsi Shaanxi, China
Indonesia
•
10 Aug 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
