
Maskapai penerbangan nasional Australia rugi tiga tahun berturut-turut akibat pandemik

Foto yang diabadikan pada 1 Juli 2022 ini memperlihatkan para penumpang di Bandar Udara Sydney di Sydney, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Maskapai Australia, Qantas, melaporkan kerugian sebesar 860 juta dolar Australia (setara sekitar 594 juta dolar AS), turun dari kerugian pada tahun keuangan sebelumnya sebesar 1,7 miliar dolar Australia (setara sekitar 1,17 miliar dolar AS).
Jakarta (Indonesia Window) – Maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas, mencatat kerugian selama tiga tahun berturut-turut, menambah total kerugian akibat pandemik COVID-19 menjadi hampir 7 miliar dolar Australia atau sekitar 4,83 miliar dolar AS.Terungkap dalam laporan maskapai itu untuk tahun keuangan yang dimulai pada 1 Juli 2021 dan berakhir pada 30 Juni 2022, yang dirilis pada Kamis (25/8), maskapai itu melaporkan kerugian sebesar 860 juta dolar Australia (setara sekitar 594 juta dolar AS), turun dari kerugian pada tahun keuangan sebelumnya sebesar 1,7 miliar dolar Australia (setara sekitar 1,17 miliar dolar AS)."Periode satu tahun terakhir begitu menantang bagi semua pihak. Kami harus mengurangi hampir semua penerbangan begitu (varian) Delta merebak dan tetap menerapkannya selama beberapa bulan sebelum meningkatkannya lagi selama beberapa gelombang Omicron seiring kita semua belajar untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 di masyarakat," demikian disampaikan CEO Qantas Alan Joyce bersamaan dengan pengumuman laporan itu.
Foto yang diabadikan pada 1 Juli 2022 ini memperlihatkan Bandar Udara Sydney di Sydney, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei: Masyarakat di dunia lebih percaya bisnis daripada pemerintah
Indonesia
•
18 Jan 2023

Para pemimpin industri produk susu global bahas keberlanjutan di World Dairy Summit 2024
Indonesia
•
17 Oct 2024

California di AS berupaya atasi krisis perumahan agar para guru tetap dapat mengajar
Indonesia
•
23 Aug 2024

Album Asia – Mengintip ajang Electric Vehicle & Renewable Energy Expo di India
Indonesia
•
04 Feb 2023


Berita Terbaru

Oracle laporkan hasil Q3 2026 yang kuat di tengah meningkatnya permintaan Cloud AI
Indonesia
•
11 Mar 2026

Transisi kendaraan listrik picu gelombang PHK produsen mobil Eropa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Mahasiswa Indonesia soroti kebijakan pengembangan teknologi futuristik dan revitalisasi pedesaan di China
Indonesia
•
12 Mar 2026

Wuling berkomitmen dorong pengembangannya di pasar Indonesia
Indonesia
•
12 Mar 2026
