
Studi ungkap olahraga kemungkinan beri manfaat perlindungan jantung lebih tinggi bagi wanita

Ilustrasi. (Arek Adeoye on Unsplash)
Manfaat perlindungan jantung yang diperoleh wanita melalui olahraga kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan pria.
Xiamen, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi mengungkap bahwa dalam pencegahan dan pengobatan penyakit jantung koroner, manfaat perlindungan jantung yang diperoleh wanita melalui olahraga kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan pria.Temuan tersebut baru-baru ini dipublikasikan secara daring dalam jurnal internasional Nature Cardiovascular Research.Hasil penelitian tersebut dirilis bersama oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Wang Yan dan associate researcher Chen Jiajin dari Rumah Sakit Kardiovaskular Xiamen Universitas Xiamen dan Shanghai Chest Hospital yang Berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jiao Tong Shanghai, yang sama-sama berlokasi di China timur.Berdasarkan data perangkat wearable dari 85.000 peserta, tim peneliti secara sistematis menganalisis perbedaan gender dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit jantung koroner melalui olahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita hanya perlu berolahraga selama 250 menit per pekan untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner hingga 30 persen, sementara pria membutuhkan 530 menit, atau sekitar dua kali lipat waktu yang dibutuhkan wanita, untuk mencapai manfaat kardiovaskular yang sama.Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa di antara individu yang didiagnosis menderita penyakit jantung koroner, wanita yang berolahraga selama 51 menit per pekan dapat mengurangi risiko kematian sebesar 30 persen, sementara pria perlu berolahraga selama 85 menit untuk mencapai hasil yang sama.Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian manusia. Lembaga-lembaga seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang dalam sepekan, atau setidaknya 75 menit aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, atau kombinasi keduanya.Mengingat beberapa pedoman olahraga saat ini masih mengadopsi standar yang disamaratakan, para ahli berharap temuan dari proyek penelitian baru ini dapat menjadi referensi bagi upaya-upaya yang bertujuan untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung koroner untuk masing-masing gender.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan ungkap penemuan ilmiah di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
21 Nov 2025

COVID-19 – Rusia ajukan pendaftaran vaksin semprot hidung
Indonesia
•
19 Mar 2022

Peneliti ciptakan konsep baterai kuantum dengan pengisian daya jarak jauh yang efisien
Indonesia
•
02 Apr 2024

Laporan ungkap Asia tetap jadi pusat litbang dan inovasi global
Indonesia
•
21 Jan 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
