Mahasiswa Indonesia lihat peningkatan peluang dalam kerja sama China-ASEAN

Tommy Tanu Wijaya, mahasiswa Indonesia program doktor di Beijing Normal University, jurusan Kurikulum dan Pengajaran Matematika. (Xinhua/tangkapan layar)
Kerja sama antara China dan ASEAN yang semakin erat memberikan peluang yang lebih luas dan besar bagi mahasiswa Indonesia di berbagai bidang.
Jakarta (Indonesia Window) – Seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh program doktor (S3) di Beijing melihat peluang yang lebih besar bagi dirinya dan rekan-rekannya seiring semakin eratnya kerja sama antara China dan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).“Saya Tommy Tanu Wijaya, dan saya adalah mahasiswa program doktor di Beijing Normal University, jurusan Kurikulum dan Pengajaran Matematika. Saya berasal dari Indonesia. Setelah datang ke China, terutama setelah berkuliah di Beijing Normal University, setiap kali dosen pembimbing program S3 saya mengerjakan proyek kerja sama internasional, dia selalu mengajak saya,” ujar Tommy.Dia mengatakan, dirinya memanfaatkan kesempatan itu untuk berbincang-bincang dengan para akademisi dalam konferensi internasional, juga mengirim surel kepada mereka.“Mereka akan menanyakan hal-hal seperti 'Apakah Anda punya ide? Apakah Anda mau melakukan eksperimen? Apakah Anda butuh bantuan?',” jelas Tommy, seraya menambahkan bahwa dirinya akan mengirim surel balasan.Menurut para akademisi dalam konferensi internasional, ide-ide yang dia sampaikan inovatif.“Saya juga bekerja sama dengan dosen pembimbing program S3 saya, dan saat ini kami sedang mengerjakan proyek yang berhubungan dengan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra untuk membantu Sudan Selatan di Afrika menyusun materi dan referensi pengajaran. Saya telah berkenalan dengan banyak kawan dan mengunjungi banyak tempat,” tutur Tommy.Lebih lanjut dia bercerita bahwa dirinya bekerja sama dengan kawan-kawan dari China dan hal itu memperluas wawasannya.“Saya bertemu kawan-kawan China yang berbeda-beda dan mereka belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh. Berkat mereka, saya jadi banyak berkembang,” ujar Tommy.Menurut dia, China dan Indonesia telah menjalin kerja sama di berbagai bidang, seperti ekonomi dan pendidikan.China juga menyediakan vaksin untuk membantu Indonesia di masa pandemik COVID-19.“Saya rasa kerja sama itu berjalan dengan baik di semua bidang. Bahkan, saya ingin sekali terlibat dalam proyek antara China dan Indonesia, dan membawa apa yang telah saya pelajari di China ke Indonesia,” pungkasnya.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Presiden lantik 12 dubes LBBP RI untuk sejumlah negara sahabat
Indonesia
•
26 Jun 2023

Presiden minta tindaklanjuti dugaan kebocoran data pemerintah
Indonesia
•
12 Sep 2022

COVID-19 – Indonesia butuh 364 juta dosis vaksin untuk capai ‘herd immunity’
Indonesia
•
08 Jan 2021

Raja Salman berikan santunan 85 miliar rupiah bagi korban "crane" ambruk
Indonesia
•
02 Sep 2019
Berita Terbaru

Peneliti Amerika studi petani Muslim di Kerinci, temukan modernisasi pertanian berdampak pada emosi
Indonesia
•
09 Feb 2026

Sambut Ramadhan, Presiden Prabowo doakan keselamatan dan persatuan bangsa
Indonesia
•
08 Feb 2026

Perkuat kemitraan strategis, Indonesia-Australia tandatangani Traktat Keamanan Bersama
Indonesia
•
07 Feb 2026

Opini – Direktur UKW: Wartawan di masa Orde Baru relatif lebih gigih, ketimbang jurnalis era Gen Z
Indonesia
•
06 Feb 2026
