
LSPR Institute, Nozominosono, ERIA, gelar diskusi soal disabilitas perkembangan

Foto bersama usai sesi diskusi dan dialog ‘Japan-Indonesia Roundtable Discussion on Developmental Disorders Learning Session’. (LSPR Institute of Communication and Business)
LSPR Institute of Communication and Business-Jakarta Indonesia dan Nozominosono dari Jepang menyelenggarakan acara diskusi tentang disabilitas perkembangan untuk meningkatkan pemahaman tentang isu dan situasi penyandang developmental disorder di Indonesia dan Jepang.
Jakarta (Indonesia Window) – The National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities (Nozominosono) dari Jepang berkolaborasi dengan LSPR Institute of Communication and Business of Indonesia, menggelar sesi diskusi dan dialog ‘Japan-Indonesia Roundtable Discussion on Developmental Disorders Learning Session’ di Jepang pada 7 Maret 2023.Hadir pada acara tersebut antara lain perwakilan akademisi dan komunitas autisme dari tiga negara ASEAN yaitu Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR (pendiri dan CEO LSPR Institute of Communication and Business dan Sekretariat Jenderal ASEAN Autism Network), Dr. Adriana Ginanjar (Universitas Indonesia), Dang Uy Koe (Autism Society Philippines), dan Tam Pham (Vietnam Autism Network).Dr. Adriana, yang juga merupakan orangtua dari individu autistik mengungkapkan perspektif positif holistik dalam strategi untuk memahami dan membantu penyandang disabilitas perkembangan dalam memaksimalkan kualitas hidup mereka.“Fokus pada aspek positif dan mengembangkan potensi mereka (individu disabilitas) secara maksimal. Artinya, jangan hanya melihat kelemahan mereka serta berusaha mengubah penyandang disabilitas untuk berperilaku seperti orang ‘normal’ atau non disabilitas,” ungkap Adriana dalam presentasinya.Direktur Departemen Kesejahteraan bagi Anak dengan Disabilitas Perkembangan Jepang, Masaaki Kurihara, mengungkapkan pentingnya kerjasama antar lembaga kementerian untuk mengembangkan program-program lintas sektoral seperti layanan pendidikan khusus, penyediaan informasi untuk disabilitas serta dukungan untuk meningkatkan kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas perkembangan.Kegiatan diskusi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang isu dan situasi penyandang developmental disorder di Indonesia dan Jepang, serta memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Jepang dengan membangun basis pertukaran dan dialog perwakilan kedua negara.Acara tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari Proyek Riset ERIA tentang Gangguan Perkembangan, yang merupakan kerja sama antara the National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities (Nozominosono) Jepang dan LSPR Institute of Communication and Business-Jakarta Indonesia, di bawah koordinasi dengan the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).Acara yang bertempat di Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Jepang tersebut juga diadakan untuk merayakan 65 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tiga puluh WNI korban perdagangan orang berhasil kembali ke Tanah Air
Indonesia
•
12 Apr 2023

Jokowi tegaskan Indonesia masih kaji jadi anggota BRICS
Indonesia
•
25 Aug 2023

Fokus Berita – Operasi Taufan Al-Aqsa ungkap keburukan Israel dan sekutu Baratnya
Indonesia
•
06 Apr 2024

Para pemimpin negara ASEAN mulai tiba di Tanah Air jelang KTT Ke-43
Indonesia
•
04 Sep 2023


Berita Terbaru

THR tak dibayar penuh, menaker sidak perusahaan di Semarang
Indonesia
•
01 Apr 2026

Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan China di bidang kesehatan, pencegahan TBC, hingga AI layanan kesehatan
Indonesia
•
31 Mar 2026

Artileri Israel hantam markas Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Unit Indonesia di Lebanon selatan, 1 prajurit TNI gugur
Indonesia
•
30 Mar 2026

Indonesia diprediksi alami musim kemarau yang lebih lama dari biasanya
Indonesia
•
30 Mar 2026
